Dampak Larangan Mudik

Mudik Dilarang, Uang Maskapai Rp 11 Triliun Ikut Hilang

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
24 April 2020 14:55
Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengoperasikan penerbangan langsung Denpasar- Mumbai vv sebagai bagian dari komitmen pengembangan jaringan yang dilaksanakan perusahaan. Pembukaan rute yang resmi beroperasi pada 23 Apil 2018 tersebut juga diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna jasa yang akan bepergian menuju Mumbai dari Denpasar sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan India untuk mengunjungi Indonesia. (Dok. Garuda Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi memberhentikan penerbangan domestik maupun internasional mulai Sabtu (25/4) sampai Juni untuk menekan pertambahan jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air. Potensi kerugian dari hilangnya pendapatan ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah.

Hari ini merupakan hari pertama puasa Ramadan tahun ini yang juga bertepatan dengan hari diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah. Ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk terus menekan pertambahan jumlah kasus infeksi COVID-19 di Tanah Air yang saat ini tengah merebak.

Pemerintah juga memutuskan untuk menghentikan sementara layanan transportasi udara penumpang komersial. Keputusan ini akan mulai berlaku hari ini Sabtu (25/4/2020) hingga 1 Juni 2020 nanti. Artinya penerbangan komersil di suspend selama 39 hari.


Larangan penerbangan ini jelas membuat perusahaan maskapai penerbangan Tanah Air akan menderita karena harus kehilangan pendapatan hingga puluhan triliun rupiah. Namun mau bagaimana lagi. Jika maskapai tetap diperbolehkan mengudara sementara mudik dilarang, hal ini hanya akan menimbulkan inkonsistensi kebijakan yang justru akan makin berdampak buruk bagi perekonomian akibat potensi penyebaran wabah COVID-19 ke berbagai daerah.

Berkaca pada tahun lalu saat harga tiket pesawat terbang naik signifikan, jumlah penumpang pesawat anjlok menjadi 109 juta orang dari sebelumnya mencapai 126 juta orang.

Jika tahun ini diasumsikan ada penurunan harga tiket pesawat dan memperhatikan tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir, maka ada potensi pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 2,2%. Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan dengan asumsi tersebut dan kondisi normal maka jumlah penumpang pesawat tahun ini bisa mencapai 111,9 juta orang.



Selama puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri biasanya akan terjadi lonjakan jumlah penumpang pesawat terbang, terutama penumpang domestik yang berkontribusi lebih > 70% dari total penumpang karena ada tradisi mudik.

Tren lima tahun terakhir menunjukkan kontribusi jumlah penumpang pesawat pada masa puasa Ramadan dan lebaran mencapai lebih dari 25% dari total penumpang pesawat terbang dalam satu tahun.

Industri Maskapai Rugi Puluhan Triliun
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading