Corona di AS dan Eropa Rada Jinak, Kok di ASEAN Masih Banyak?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
22 April 2020 12:25
Virus corona telah menjadi pusat perhatian dunua karena menyebar dan menelan banyak korban jiwa. Bahkan setelah dipastikan terdapat WNI yang terinfeksi mematikan ini, tindakan antisipasi penyebaran dilakukan secara masif diberbagai begara termasuk indonesia. PtKereta Api Indonesia (Persero) pun tidak mengabaikan fenomena ini, bahkan semakin gencar melakukan kegiatan sosialisasi mengenai penyebaran coronavirus dan upaya pencegahan penularan. Dengan menggunakan Kerta Inspeksi (KAIS) Generasi 3 PT Daop 1 melakukan silosialisasi di Stasiun Senen, pada senin(9/3/2020). 
Sebelumnya kegiatan serupa juga dilaksanakan di stasiun aDepok pada jumat(6/3/2020) menggunakan kereta kesehatan atau Rail Clinic. Tidak hanya itu ,PT KAI Daop 1 jakarta juga telah memasang spanduk atau benner dan menyebarkan brosur/pamflet yang berisi informasi mengenai virus corona dan langkah langkah antisipasi penularannya kepada pengguna kereta api. 
 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona (Coronavirus Desease-2019/Covid-19) di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sedang dalam fase penurunan. Namun di Asia Tenggara, situasinya masih cukup mengkhawatirkan.

Per 21 April 2020, US Centers for Desease Control and Prevention mencatat jumlah pasien corona di Negeri Paman Sam adalah 776.093 orang. Bertambah 3,95% dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Sudah dua minggu persentase penambahan kasus corona di AS stabil di kisaran satu digit. Kurva sudah mulai mendatar, the curve is flattened.





Begitu pula dengan di Eropa. Per 21 April 2020, data Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan jumlah pasien positif corona di Bena Biru adalah 1.187.184 orang. Naik 3,32% dibandingkan sehari sebelumnya.

Lebih sangar ketimbang di AS, laju persentase penambahan kasus baru di Eropa sudah stabil di kisaran satu digit sejak akhir Maret. Bahkan ada kecenderungan terus menurun.




Perkembangan positif ini membuat pemerintah AS dan sejumlah negara Eropa mulai berpikir untuk melonggarkan pembatasan sosial (social distancing) dan karantina wilayah (lockdown). Di AS, enam negara bagian akan mulai membuka kembali keran aktivitas publik mulai pekan ini atau paling lambat pekan depan.

Sementara di Jerman, kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah sudah dimulai kembali. Para siswa tengah bersiap untuk menghadapi ujian akhir pada awal pekan depan.

"Saya yakin murid-murid sudah siap untuk ujian akhir. Semakin lama ketidakpastian berjalan, semakin sulit untuk menjaga motivasi mereka. Itu lah mengapa kami percaya menjadi sangat penting untuk tetap menggelar ujian." Tegas Antje Luekemann, Koordinator Guru di SMA Steglitz di Jerman, seperti diberitakan Reuters.

Sejumlah toko di Negeri Panser juga sudah dibuka kembali pekan ini. Namun Kanselir Jerman Angela Merkel mengingatkan masyarakat untuk tidak kalap dan menyerbu toko-toko tersebut sehingga membuat penyebaran virus corona kembali meningkat. Jika sampai ada tambahan kasus baru yang signifikan, Merkel mengancam bakal kembali memberlakukan social distancing yang ketat.


Penduduk Padat, Banyak Perokok Pula!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading