AS vs Iran, Teheran Siapkan Drone Tempur Berjarak 1.500 Km

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 April 2020 19:23
In this photo released  by the official website of the office of the Iranian supreme leader, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei speaks during a meeting, in Tehran, Iran, Wednesday, Jan. 1, 2020. Khamenei criticized the U.S. airstrikes on the Iran-backed Iraqi militia on Sunday. He accused the U.S. of taking revenge on Iran for the defeat of the Islamic State group, which he said was an American creation. He condemned U.S.
Jakarta, CNBC Indonesia - Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin panas, setelah Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengumumkan tentara Iran memperoleh drone yang mampu tempur dengan jangkauan 1.500 kilometer (Km).

Hal tersebut disampaikan Hatami pada hari Sabtu (18/4/2020) di televisi negara. Drone ini memiliki kemampuan handal berupa kemampuan memonitor.


"Memonitor pergerakan musuh dari jarak yang cukup jauh dan mampu melakukan misi tempur," katanya pada upacara pengiriman di Teheran yang disiarkan di TV sebagaimana dikutip dari Reuters.


Pesawat itu dilengkapi dengan bom dan rudal, dan mereka dapat terbang di ketinggian hingga 13.716 meter. Namun, terkait nama dari drone tersebut belum disebutkan.

Lebih lanjut disampaikan, drone diproduksi oleh industri militer Iran dengan partisipasi universitas lokal. Drone adalah elemen kunci dalam pengawasan perbatasan Iran, terutama perairan Teluk di sekitar Selat Hormuz, di mana seperlima dari aliran pasokan minyak dunia.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade sejak Amerika Serikat membunuh Jenderal Iran Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak di Baghdad pada 3 Januari.


Terbunuhnya Jenderal Qassem mendorong Iran untuk menembakkan rudal beberapa hari kemudian di pangkalan-pangkalan di Irak di mana pasukan AS berada ditempatkan.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading