RI Bisa Produksi 30 Juta APD, Sayang Bahan Bakunya Krisis

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
31 March 2020 11:57
Industri garmen di Indonesia bisa memproduksi alat pelindung diri (APD) tapi kekurangan bahan baku.
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri garmen di Indonesia bisa memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis Indonesia dalam melawan pandemik virus corona. Namun, memang ada persoalan bahan baku impor yang kurang.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patricia Sutanto menyebut industri tekstil dalam negeri berpotensi mampu memproduksi hingga 30 juta pcs APD per bulan.

"Dari asosiasi udah kumpulkan banyak garmen, yang udah confirm, namun sekarang masih kumpulkan garmen-garmen lain. Saat ini (bisa mencapai) 15 juta pcs per bulan," kata Anne kepada CNBC Indonesia.


Namun, jumlah tersebut belum final karena masih ada garmen di luar keanggotaan API yang belum konfirmasi untuk ikut serta. Anne yakin masih ada sebagian lainnya yang bersedia. Jika nantinya sudah terkumpul lebih banyak lagi, maka ia yakin jumlah APD yang diproduksi bisa terus meningkat.

"Tapi kalau diperlukan lebih untuk garmen-garmen lain yang belum jadi member (anggota), atau yang kita lagi ajak untuk bisa buat dengan spesifikasi sama, mungkin saya nggak heran bisa 30 juta pcs dalam satu bulan," katanya.

Namun dia menggarisbawahi bahwa APD yang diproduksinya tersebut merupakan produk untuk sekali pakai. Diantaranya disposable jumpsuit maupun hazmat.

Anne menilai proses pembuatan produknya bisa lebih mudah dilakukan dibanding pakaian yang bisa digunakan berkali-kali. "Karena prosesnya sangat simpel, nggak seketat washable jumpsuit," katanya.



Sementara itu, Ketua Umum API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menegaskan siap mendukung pemerintah dan mencoba dengan segala upaya tapi ada persoalan soal bahan baku yang harus diimpor. Presiden Jokowi juga mengakui memang ada kendala bahan baku, di tengah kebutuhan 3 juta pcs APD di Indonesia.

"Bahan baku dalam negeri tidak mencukupi. Bisa di buat di Indonesia tetapi bahan baku kurang," kata Jemmy.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading