Covid Bikin Kere, RI Impor Bahan Baku APD Hingga Rp 14,51 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 July 2021 17:25
Petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mendata pasien untuk masuk ke dalam bus sekolah di Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Puskesmas Kecamatan Setiabudi  pada hari ini menjemput pasien Covid-19 sebanyak 50 orang. Puluhan pasien tersebut dibawa ke Wisma Atlet. Data Covid-19 hingga Senin (28/6/2021) mencatat total ada 2,1 juta orang positif di Indonesia. Sementara itu, total kematian sudah mencapai 57,561 orang. Pemerintah akan mengumumkan revisi aturan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro pada petang ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan akan memberlakukan PPKM Darurat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Kebijakan ini tidak lepas dari kondisi kasus positif Covid-19 harian di Indonesia sudah mencapai 20 ribuan per hari, semakin naik dibanding sebelumnya. Sementara itu jika merujuk pada data worldmeter, Indonesia berada di urutan ke 17. Adapun jumlah tes yang dilakukan terbilang minim hanya 71.051 per 1 juta penduduk. Jauh dibandingkan negara lain yang mencapai ratusan ribu per 1 juta penduduk. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor bahan baku pakaian pelindung sepanjang Januari-Juni 2021 sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14,4 triliun (kurs 14.400/US$).

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai impor bahan baku pakaian pelindung naik 21,2% yang sebesar US$ 825,2 juta.

Secara rinci, negara yang paling banyak mengimpor sepanjang Januari-Juni 2021 adalah China, dengan nilai US$ 432,67 juta atau naik 26,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 341,84 juta.


Kemudian Thailand sepanjang Januari-Juni 2021, nilai impornya mencapai US$ 152,61 juta atau melonjak 13,44% dibandingkan Januari-Juni 2020 yang sebesar US$ 134,52 juta. Ada juga Vietnam dengan nilai impornya sebesar US$ 66,28 juta atau naik 6,9% dibandingkan realisasi impor tahun lalu yang sebesar US$ 61,95 juta.

Adapun Korea Selatan nilai impornya mencapai US$ 79,41 juta atau lebih tinggi dibandingkan dengan nilai impor periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 61,95 juta. Serta Malaysia dengan nilai impornya mencapai US$ 56,56 juta atau naik 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 48,69 juta.

Selain lima negara terbesar pengimpor di atas, sepanjang Januari-Juni 2021 Indonesia juga mengimpor bahan baku pakaian pelindung dari Malaysia, Taiwan, Jepang, Hongkong, Singapura, India, dan negara lainnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading