Ibu Kota Baru Berkonsep Compact City, Apa Itu?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
26 February 2020 16:24
Ibu kota baru mengusung sistem transportasi compact city.
Jakarta, CNBC Indonesia - Compact city diusung sebagai konsep sistem transportasi di ibu kota baru Kalimantan Timur. Dalam konsep tersebut, perjalanan manusia dengan kendaraan pribadi akan diminimalisir.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, moda transportasi ramah lingkungan akan jadi andalan di ibu kota baru. Pihaknya tengah mematangkan konsep seiring dengan perkembangan pembangunan ibu kota baru.

"Satu, kita akan gunakan kendaraan listrik. Basisnya berkelanjutan. Jadi satu ini dipikirkan secara matang. Yang kedua, untuk kita capai suatu titik ke titik dengan suatu skala. Makro dan mikro," ujarnya di sela acara Rakornas & Dialog Nasional dengan tema 'Merajut Konektivitas Ibukota Negara' di Ballroom 2 The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Rabu (26/2/20).




Dalam konsep compact city, pembangunan akan dibatasi dan lalu lintas kendaraan pribadi juga akan dibatasi. Di sisi lain, TOD bakal jadi pilihan utama.

Dengan begitu, perjalanan jarak dekat dapat dilakukan dengan berjalan kaki, atau kendaraan tidak bermotor seperti e-car, e-bike, dan e-scooter. Sedangkan perjalanan menengah atau arak jauh, wajib mengutamakan angkutan massal.

"Dalam suatu kluster tertentu walking distance di satu titik, sehingga pergerakan manusia dari ruang kota ke titik titik itu digunakan kendaraan listrik," kata Budi Karya.

Salah satu andalan transportasi massal di ibu kota baru adalah bus air tanah atau amfibi. Dalam dokumen Kementerian Perhubungan, bus amfibi dapat beroperasi di jalan raya dan perairan.

Salah satu kelebihan bus amfibi adalah tidak memerlukan dermaga/pelabuhan khusus sebagai tempat naik dan turun penumpang. Dalam dokumen tersebut, Kemenhub berencana membangun bus amfibi dengan anggaran Rp 150 miliar untuk 10 unit kendaraan.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading