Istana Klaim RUU Omnibus Law Libatkan Buruh & Serikat Pekerja

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
21 February 2020 19:21
Istana Klaim RUU Omnibus Law Libatkan Buruh & Serikat Pekerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) akan segera dibahas oleh DPR RI. Namun, RUU ini masih mendapatkan protes dari buruh karena dianggap merugikan.

Selain itu, buruh mengklaim pemerintah membuat RUU tersebut secara diam-diam dan tidak melibatkan masyarakat. Namun hal ini dibantah oleh istana negara dan pemerintah.

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono mengatakan, sebetulnya pemerintah sudah mengajak asosiasi buruh hingga pengusaha dalam penyusunan RUU tersebut.


"Soal pembahasan nggak kaitkan stakeholder, sebenernya enggak juga. Saat kita koordinasi dengan tim Kemenko Perekonomian, mereka selalu bilang akan bertemu dan diskusi dengan serikat buruh. Jadi saat rapat tim Kemenko Perekonomian selalu izin pulang duluan karena pertemuan tersebut," ujar Dini di Kantor Setkab, Jumat (21/2/2020).



"Jadi, sebetulnya bukan Kemenko Perekonomian nggak ajak bicara, mereka ada bicara dan diskusi dengan serikat pekerja," kata dia.

Bahkan, tidak hanya dengan serikat pekerja. Kemenko Perekonomian juga diketahui sudah membahas isi dari Omnibus Law Ciptaker dengan para penngusaha baik kecil maupun besar.

"Yang saya tahu, dengan pengusaha juga ada pembicaraan," jelasnya.

Namun, ia mengaku tidak tahu secara detail apa yang dibahas dalam pertemuan itu. Yang pasti, pemerintah tidak membahas draf RUU ini secara diema-diam.

"Tapi sejauh mana (pembicaraan) saya nggak bisa bicara karena kan yang siapkan kan tim perekekonomian. Tapi bicara (sama buruh) udah ada," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading