Cabai & Rokok Mahal, Inflasi Januari Capai 0,39%
Lidya Julita S,
CNBC Indonesia
03 February 2020 11:21
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) di Januari 2020. Terjadi inflasi pada Januari 2020 hingga 0,39% (on month).
Inflasi ini lebih tinggi dari Januari 2019 yang hanya 0,32%.
"Dari 90 kota inflasi yang kita pantau, 79 kota inflasi dan 11 kota deflasi," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (3/2/2020).
Inflasi di Januari 2020 disumbang oleh kenaikan di sektor makanan, minuman dan tembakau. Tercatat inflasi di sektor tersebut mencapai 1,62%.
"Kemudian yang kedua penyumbang inflasi adalah pakaian dan alas kaki yang tercatat inflasinya 0,12%," kata Suhariyanto.
Tingkat inflasi secara year on year di Januari 2020 mencapai 2,68%. Dan inflasi inti di Januari 2020 mencapai 2,88%.
Pada Januari 2020, terjadi juga deflasi di beberapa sektor. Pertama, transportasi yang alami deflasi 0,89%. Sedangkan harga bensin seperti Pertamax 92 dan Turbo juga memberikan andil terjadinya deflasi 0,06%.
"Jadi kalau kita summary kan penyebab utama inflasi Januari 2020 yakni cabai merah, cabai rawit, ikan segar, rokok," kata Suhariyanto.
(dru) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Rokok dan Iuran BPJS Naik, Waspada Inflasi Februari 2020
Inflasi ini lebih tinggi dari Januari 2019 yang hanya 0,32%.
"Dari 90 kota inflasi yang kita pantau, 79 kota inflasi dan 11 kota deflasi," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (3/2/2020).
"Kemudian yang kedua penyumbang inflasi adalah pakaian dan alas kaki yang tercatat inflasinya 0,12%," kata Suhariyanto.
Tingkat inflasi secara year on year di Januari 2020 mencapai 2,68%. Dan inflasi inti di Januari 2020 mencapai 2,88%.
Pada Januari 2020, terjadi juga deflasi di beberapa sektor. Pertama, transportasi yang alami deflasi 0,89%. Sedangkan harga bensin seperti Pertamax 92 dan Turbo juga memberikan andil terjadinya deflasi 0,06%.
"Jadi kalau kita summary kan penyebab utama inflasi Januari 2020 yakni cabai merah, cabai rawit, ikan segar, rokok," kata Suhariyanto.
(dru) Add
source on Google