Jalan Sampai Rel Kereta, 2.939 Proyek Dibiayai Sukuk Negara

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 January 2020 15:53
Total pembiayaan proyek SBSN tahun 2013-2020 sebesar Rp 118,26 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 2.939 di 8 K/L dan tersebar di 34 provinsi.
Jakarta, CNBC Indonesia- Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menggelar Forum Koordinasi Penyiapan Proyek SBSN Tahun 2021 dan Kick Off Pelaksanaan Proyek SBSN Tahun 2020 dengan tema "Pembiayaan Produktif Mendukung APBN yang Berkualitas".

Kegiatan ini diikuti oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Standardisasi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan media.


Kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan pembiayaan proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yakni penyiapan Proyek SBSN 2021, Kick off pelaksanaan proyek SBSN TA 2020, dan sekaligus penutupan program pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN tahun 2019, secara bersama antara Kemenkeu, Bappenas, dan Kementerian dan Lembaga (K/L) Pemrakarsa Proyek SBSN.


Selanjutnya dalam acara ini dilakukan penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Proyek SBSN TA 2020 oleh para Pimpinan Unit Eselon I K/L Pemrakarsa Proyek SBSN, pemberian penghargaan satker pengelola proyek SBSN TA 2019 dengan kinerja terbaik oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan kepada para pimpinan satker didampingi pejabat Eselon I K/L Pemrakarsa Proyek SBSN.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman menyampaikan hal-hal terkait kinerja perekonomian dan kebijakan fiskal terkini, serta peran penting SBSN sebagai sumber pembiayaan APBN, termasuk dalam membiayai proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh K/L.

Dia menjabarkan, total pembiayaan proyek SBSN tahun 2013-2020 sebesar Rp 118,26 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 2.939 di 8 K/L dan tersebar di 34 provinsi. Sektor utama yg dibiayai antara lain jalur kereta api dan stasiun perkeretaapian, jalan dan jembatan, gedung PTN, PTKIN, Madrasah, Asrama Haji, KUA, infrastruktur sumber daya air, serta Laboratorium.

"Pembiayaan proyek melalui SBSN tersebut, menunjukkan angka yang meningkat dibandingkan tahun tahun sebelumnya, baik itu dari jumlah K/L yang menjadi pemrakarsa proyek, nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah proyek yang dibangun, maupun sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan lokasi proyek SBSN yang dikerjakan," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Pada 2019 pembiayaan proyek SBSN sebesar Rp 28,34 triliun, meliputi 16 unit eselon I di 7 K/L untuk 619 proyek yang tersebar di 34 provinsi. Dan pada tahun 2020 sebesar Rp 27,35 triliun, meliputi 17 unit eselon I di 8 K/L untuk 728 proyek yang tersebar di 34 provinsi.


Adapun tahun ini, pembiayaan proyek melalui SBSN dialokasikan sebesar Rp 27,35 triliun. Jumlah K/L pemrakarsa proyek SBSN pada tahun 2020 juga semakin banyak, meliputi 17 unit eselon I di 8 K/L dari tahun sebelumnya hanya 16 unit eselon I di 7 K/L. Sementara itu, cakupan proyek yang dibiayai juga semakin meningkat, mencapai 728 proyek yang tersebar di 34 provinsi.

"Dalam menyiapkan proyek 2021 tim teknis Kemenkeu, Bappenas, dan K/L agar memperhatikan kebijakan-kebijakan umum tersebut di atas dan mencermati aspek teknis terkait dengan kesiapan pelaksanaan proyek SBSN tersebut. Sehingga proyek yang diusulkan berkualitas dari sisi perencanaan dan pelaksanaannya, sehingga sanggup memenuhi target output dan outcome yang ditetapkan," tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]






(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading