Erick Thohir: Ahok Jangan Dilihat Politis, Realitanya Terbaik

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 January 2020 16:13
Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggung pemilihannya soal Ahok menjadi komut Pertamina
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menyinggung soal kebijakannya merombak direksi dan komisaris pelat merah strategis. Salah satunya adalah soal penempatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di tubuh PT Pertamina (Persero).

Erick memaparkan soal putusannya merombak jajaran pejabat tersebut, meskipun sumber daya manusia di BUMN berlimpah. Menurutnya begitu melihat kondisi BUMN, ia merasa tetap perlu ada perbaikan. Misal, ada BUMN yang memiliki direksi 8 sampai 12 orang, untuk itu ia perlu mencari sosok pemimpin yang bisa melalukan gebrakan.




Ia pun mencari sosok-sosok ini dari luar BUMN, seperti Chandra Hamzah dan Ahok. "Sekarang BTN Chandra Hamzah, karena ada beberapa kasus penyelewengan yang harus diperbaiki," kata dia, Jumat (17/01/2020).

Harapannya dengan penempatan Chandra Hamzah akan ada program legacy di BTN seperti 1 juta rumah buat milenial. Selain itu, ia juga menyinggung soal penempatan Ahok sebagai komisaris utama di Pertamina dan penempatan dua pimpinan wanita di posisi tertinggi perusahaan migas terbesar tanah air itu.

[Gambas:Video CNBC]


Erick juga menempatkan Ahok sebagai Komisaris Utama untuk melindungi para wanita itu. "Ahok jangan dilihat politisnya, tapi tugasnya. Hal-hal ini tidak lain bukan sekedar kampanye, ini realita mencari yang terbaik," kata dia.

Selain itu, yang menarik lagi adalah soal apa yang terjadi pada pimpinan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. "Menarik dirut dan komutnya," ujar Erick.

Menurutnya, soal bekerja di BUMN harus kembali ke hati dan melakukan benar-benar dengan hati. "Lebih enak jadi swasta atau menteri? Kalau sudah dikasih kesempatan, itu targetnya obyektif dan hati."




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading