Iran Tangkap Pelaku Salah Tembak Boeing 737 Ukraina

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
14 January 2020 17:18
Iran mengaku telah menangkap pihak yang bertanggung jawab pada kecelakaan boeing 737 di Teheran.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran menegaskan sudah menangkap oknum yang bertanggung jawab pada kecelakaan pesawat Ukraine International Airways.

Pesawat yang membawa 176 penumpang ini, jatuh di Teheran, karena secara tak sengaja ditembak rudal Iran 8 Januari 2020 lalu.

"Investigasi secara luas sudah dilakukan dan beberapa pihak sudah ditangkap," kata Juru Bicara Kementerian Hukum Iran, Gholamhossein Esmaili, sebagaimana dilansir AFP Selasa (14/1/2020).


"Serangkaian investigasi sudah dilakukan ... Saran-saran sudah diberikan sejauh ini untuk mencari kebenaran."

Meski demikian, Iran belum menyebutkan jelas siapa saja pihak yang ditahan. Sebelumnya Pemimpin Angkatan Udara Garda Revolusi, Brigadir General Amirali Hajizadeh mengaku bertanggung jawab sepenuhnya namun tembakan dilakukan atas inisiatif pribadi.

Sementara itu Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato resminya di televisi nasional Iran, mengatakan akan menghukum semua pihak yang terlibat dalam kecelakaan yang tak disengaja itu.

"Ini adalah kesalahan yang tak termaafkan," katanya sebagaimana dikutip dari Reuters. "Satu orang saja tidak bisa bertanggung jawab pada kecelakaan pesawat ini."

Ia pun menambahkan hal ini adalah peristiwa tragis yang akan diivestigasi negara tersebut. Bahkan ia membuka pintu kepada publik Iran dan negara lain yang warganya menjadi korban, untuk berpartisipasi.

"Pasukan militer Iran menyadari kesalahan mereka. Ini adalah langkah awal yang baik," katanya. "Kita akan meyakinkan masyarakat bahwa hal ini tak akan terjadi lagi."

Sementara itu, lima negara yang warganya menjadi korban kecelakaan pesawat tujuan Teheran-Kiev, Ukraina ini, kemungkinan akan mengajukan langkah hukum terhadap Iran. Kelima negara tersebut yakni Ukraina, Swedia, Afganistan, Jerman, dan Inggris.

Dalam wawancara dengan Reuters di Singapura, Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko mengatakan pembicaraan soal gugatan tersebut akan dilakukan Kamis (16/1/2020).

"Kami telah membuat grup yang terdiri dari para menteri luar negeri dari negara yang berduka. Di 16 Januari kami akan bertemu secara personal di London untuk berdiskusi, cara, termasuk hukum, bagaimana kami mem-follow up ini, bagaimana kami menghukum mereka (Iran)," katanya.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading