Internasional

Kala Iran Berduka: Minta Ayatollah Mundur hingga Dihukum Mati

News - Redaksi, CNBC Indonesia
13 January 2020 07:00
Massa meminta pemerintah Iran bertanggung jawab pada salah tembak maskapai Ukraine Airlines.
Jakarta, CNBC Indonesia - Protes kembali terjadi di Teheran, Iran, Minggu (12/1/2020). Protes, yang sudah terjadi sejak Sabtu tersebut, kembali berlangsung setelah Iran mengakui tidak sengaja menembak Boeing 737 milik Maskapai Ukraine International Airlines 8 Januari lalu.

Massa pengunjuk rasa membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan kemarahan mereka ke pemerintah termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. "Minta maaf-lah dan mundur," tulis sejumlah poster yang dibawa oleh sebagian pendemo sebagaimana digambarkan Reuters.


Bahkan, sebagaimana dikutip dari CNBC International, sebagian massa juga sampai meneriakkan hukuman mati untuk Ayatollah yang dianggap sebagai diktator. "Matilah Diktator," tulis salah satu poster.


Sebelumnya, Ukraine Airlines jatuh di dekat Bandara Teheran beberapa saat setelah take off. Semua penumpang dan awak pesawat, terdiri dari 176 orang, tewas dalam kejadian itu.

Kejadian ini memberi luka mendalam bagi keluarga korban, termasuk warga Iran. Pasalnya warga Iran merupakan korban paling banyak di pesawat tersebut.

Selain Iran, warga Kanada juga banyak menjadi korban. Peristiwa ini, yang bersamaan dengan serangan balasan Iran ke AS, membuat Kanada mempertanyakan penyebab kecelakaan.

Perdana Menteri Justine Trudeau merupakan orang pertama yang menegaskan kecurigaannya kepada Iran, terkait kecelakaan pesawat ini. Trudeau bahkan mengatakan kecelakaan pesawat bukan persoalan teknis tetapi tertembak secara tidak sengaja oleh rudal Iran.

Pernyataan tersebut ia ungkapkan berdasarkan data-data dari berbagai sumber intelijen. "Kami memiliki intel dari banyak sumber, termasuk koalisi dan milik kami sendiri. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak oleh misil Iran," katanya sebagaimana dikutip dari AFP.


Meski sempat membantah dan menuding hal ini merupakan rumor yang sengaja dihembuskan AS, Presiden Iran Hassan Rouhani akhirnya mengakui kesalahan manusia membuat pesawat naas tersebut tak sengaja ditembak.

"Internal investigasi Angkatan bersenjata telah menyimpulkan bahwa rudal yang disesalkan ditembakkan karena kesalahan manusia yang berdampak pada jatuhnya pesawat Ukraina & kematian 176 orang tak bersalah. Investigasi dilanjut untuk mengidentifikasi dan menuntut atas tragedi besar ini dan kesalahan tak termaafkan," cuitnya lewat akun Twitter-nya.

"Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan yang fatal ini. Pikiran dan doa saya ditujukan kepada semua keluarga yang berkabung (ditinggalkan). Saya mengucapkan belasungkawa yang tulus."

[Gambas:Video CNBC]





Komentar Ayatollah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading