Internasional

Iran Tantang Kanada Soal Klaim Boeing Jatuh Ditembak Roket

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
10 January 2020 08:56
Iran sebut pemberitaan Boeing 737 dirudal rumor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran membantah dugaan bahwa rudal negara tersebut menyebabkan kecelakaan Boeing 737 milik Ukraine Airlines di Teheran 8 Januari lalu. Sebagaimana dikutip dari AFP, Iran menyebut itu rumor dan tidak mendasar.

Bahkan Iran mendesak Kanada, yang yakin kalau penyebab pesawat adalah serangan rudal, untuk membagi informasi intelijen yang didapat negara itu. "Pemerintah Iran dalam sebuah pernyataan mendesak Kanada untuk memberikan informasi," tulis AFP, Jumat (10/1/2020).


Negara itu pun mengundang Boeing untuk melakukan investigasi. Terutama untuk mengetahui penyebab pesawat jatuh.


Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, meyakini kecelakaan pesawat bukan persoalan teknis. Tetapi tertembak secara tidak sengaja oleh rudal Iran.

Pernyataan tersebut ia ungkapkan berdasarkan data-data dari berbagai sumber intelijen.

"Kami memiliki intel dari banyak sumber, termasuk koalisi dan milik kami sendiri. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak oleh misil Iran," katanya sebagaimana dikutip dari AFP. "Ini mungkin tidak disengaja."


Pesawat Ukraine International Airlines dikabarkan jatuh di dekat bandara Teheran. Sebanyak 176 orang penumpang yang mayoritas berkewarganegaraan Iran dan Kanada tewas.

Kantor berita AFP melaporkan pesawat itu lepas landas pukul 6.10 pagi waktu Iran. Pesawat ini hilang dari radar beberapa menit setelah lepas landas (take off).

Presiden Ukraine International Airlines Yevganiy Dykhne memastikan pesawat berfungsi dengan baik di bawah kendali pilot yang berpengalaman.

"Pesawat dalam kendali yang baik. itu merupakan salah satu pesawat terbaik kami dengan kru yang bagus," katanya.

Ukraine International Airlines adalah maskapai penerbangan terbesar di Ukraina dan dimiliki oleh pihak swasta. Sejak insiden, maskapai itu menunda semua penerbangan menuju Teheran sampai ada keputusan lebih lanjut.

Yevganiy menolak mengomentari spekulasi, apakah insiden itu berkaitan dengan serangan misil Iran ke pasukan AS di Irak di hari yang sama.

Seperti diketahui, Garda Revolusi Iran mengonfirmasi serangan ke pangkalan udara gabungan AS-Irak di Ayn al-Asad, Irak Barat, Rabu (8/1/2020). Serangan itu merupakan balasan atas kematian pemimpin Pasukan Quds, sayap eksternal Garda Revolusi Iran, Jenderal Qasem Soleimani, pekan lalu.

Sementara itu Ukraina meminta investigasi yang transparan. "Keadaan bencana ini masih belum jelas," kata Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Sergiy Kyslytsya pada pertemuan PBB di New York.

"Sekarang terserah para ahli untuk menyelidiki dan menemukan jawaban atas pertanyaan apa yang menyebabkan kecelakaan itu. Untuk melakukannya, para ahli kita harus menerima dukungan tanpa syarat untuk penyelidikan mereka."

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading