Sempat Heboh Tarif Naik 100%, Tol Cijago Ditolak Warga Depok

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
09 January 2020 13:08
Tol Cijago ditolak oleh sebagian warga Krukut, Depok.
Depok, CNBC Indonesia - Tol Cijago atau Cinere-Jagorawi sempat membuat kehebohan di media sosial karena sejak Selasa (7/1) tarifnya melejet 100% dari Rp 4.500 jadi Rp 9.000. Usut punya usut, ini terjadi karena mulai diterapkannya tarif untuk seksi II Tol Cijago dari Cimanggis-Krukut sepanjang 5,5 Km yang sempat digratiskan sejak September 2019.

Di luar persoalan itu, tol Cijago masih bermasalah karena pembangunannya belum tuntas. Masih menyisakan seksi III dari Krukut-Cinere sepanjang 5,4 Km yang pembebasan lahannya belum tuntas. Penyebabnya masih ada warga yang menolak dibebaskan lahannya. Proyek ini padahal setidaknya sudah dimulai sejak 2006 atau 14 tahun lalu.

Warga Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, ramai-ramai menolak pembebasan lahan proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi III. Penolakan tersebut kebanyakan datang dari warga RW 01 dan RW 02 yang tanahnya terdampak trase tol tersebut.




Berdasarkan pengamatan CNBC Indonesia pada Rabu (8/1/20), penolakan ini disuarakan melalui sejumlah spanduk yang terpasang di jalan-jalan di wilayah Kelurahan Krukut.

Dalam spanduk tersebut tertulis bahwa warga menolak pembebasan lahan jika harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan keinginan dan aspirasi warga. Selain itu, spanduk lain memasang gambar ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dimuat salah satu media, bahwa hanya ada ganti untung dalam pembebasan lahan.

Staf Pelaksana Kasi Pemerintahan Kelurahan Krukut, Hamzah Harun, membenarkan bahwa warganya ramai-ramai menolak pembebasan ini karena harga yang ditawarkan terlalu murah. 

Dikatakan, tim appraisal baru saja mengumumkan nilai jual tanah dari hasil taksirannya pada 11 dan 12 Desember 2019 lalu. Saat itu, mayoritas warga langsung menyampaikan penolakan.

"Harga tertinggi kemarin Rp 6,5 juta per meter persegi, terendah ada yang Rp 1,8 juta per meter persegi. Kemarin ada luas tanah sekitar 50 meter persegi plus bangunan, dihargai Rp 170 juta. Berarti kan kenanya cuma berapa per meternya. Dengan harga kemarin, semua ditolak," ungkapnya kepada CNBC Indonesia ketika ditemui di kantornya.

Dalam catatannya, terdapat 440 bidang tanah di Kelurahan Krukut yang diproyeksikan terdampak pembangunan tol. Dari jumlah tersebut luas tanah dan bentuk bangunannya beragam.

"Masing-masing beda. 440 bidang milik masyarakat semuanya. Belum ada yang dibebaskan," beber Hamzah.

Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tol Cijago sepanjang 14,7 Km dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Translingkar Kita Jaya yang terbagi menjadi tiga seksi.

Tol Cijago Seksi I sepanjang 3,70 Km dimulai dari interchange Jagorawi hingga ke Jalan Raya Bogor dan telah beroperasi sejak Januari 2012. Kemudian Seksi II sepanjang 5,5 Km dimulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan juga telah beroperasi. Adapun Seksi III dari Kukusan ke Cinere sepanjang 5,5 Km ditargetkan akan selesai pada tahun 2020.


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading