Kontraktor China Lelet, Tol Cisumdawu Diambil Alih Pemerintah

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
27 November 2019 13:33
Pemerintah akan memaksimalkan pengerjaan konstruksi oleh kontraktor lokal, setelah melihat perkembangan pembangunan lelet oleh kontraktor China.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengambil alih mayoritas pekerjaan proyek Tol Cisumdawu dari kontraktor China. Pengambilalihan itu demi mempercepat proses pengerjaan proyek yang berada di wilayah Jawa Barat tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, pengambilalihan itu karena China dinilai terlalu lelet menggarap proyek. Padahal, menurutnya, pemerintah sudah mendorong China untuk bisa menyelesaikan tugasnya.

"Kalau mereka enggak bisa menyelesaikan tugasnya, kontraktor Indonesia yang ambil alih," kata Danang Parikesit ketika ditemui di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (27/11/2019).




Namun, Danang menyebut tidak semua porsi diambil alih. Dia mengklaim, kontraktor China sudah bersedia menyerahkan sebagian porsi pengerjaan ke kontraktor Indonesia.

"Kontraktor China sudah mau mengganti dari porsi yang 70 banding 30. Tadinya kontraktor China 70%, kontraktor Indonesia 30% menjadi 60% Indonesia, 40% China," bebernya.

Hanya saja, proses ambil alih itu tidak mudah. Sebab, proyek tersebut juga melibatkan pinjaman dari luar negeri terutama soal penjaminan proyek. Terkait hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Kalau kontraktornya sudah mau, tinggal lender dari pemerintah China yang memberi pinjaman, mereka minta approval ke sana. Mudah-mudahan cepat," urainya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan progres proyek tol ini sudah 60%, yang ditargetkan rampung 2021.

Keberadaan tol ini juga sangat vital sebagai akses untuk menuju ke Bandara Kertajati yang saat ini belum tersambung tol dari dan menuju Bandung. Bandara Kertajati saat ini masih sepi penerbangan dan penumpang karena persoalan akses.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading