Saat Buwas Curhat Soal Mafia Beras di DPR

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
22 November 2019 11:51
Dirut Perum Bulog Buwas menyampaikan soal dugaan mafia beras di DPR.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dirut Bulog Budi Waseso menghadiri Rapat Dengar Pendapat pertamanya dengan DPR RI, Kamis (22/11/2019). Berbeda dengan biasanya, Buwas, sapaan akrabnya ditemani oleh wakil direktur Bulog Gatot Trihargo yang juga merupakan eks Deputi Bidang Usaha, Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN.

Buwas menganggap Gatot adalah kekuatan baru dalam tubuh Perum Bulog yang dipimpinnya.

"Perlu kami sampaikan kepada Ketua dan seluruh anggota Komisi IV DPR RI bahwa terhitung tanggal 19 November kemarin, kami mendapat tambahan kekuatan yaitu adanya jabatan wadirut Bulog yg dijabat Bapak Gatot Trihargo. Beliau adalah salah satu (eks) deputi di kementerian BUMN," katanya di depan anggota dan pimpinan Komisi IV anggota DPR.




Pada paparannya di depan anggota DPR, Buwas kembali mengungkit adanya mafia dalam distribusi beras kepada masyarakat. Mafia ini bukan hanya merugikan masyarakat, tapi juga Bulog. Dia mencontohkan kala penerapan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) menggantikan Rastra. Peran Bulog jadi minim, Buwas menganggap ada permainan mafia beras di lapangan.

"Mensos saat itu udah bilang, beras BPNT dari Bulog. Namun kenyataan di lapangan tidak mudah, karena sudah terjadi kebiasaan. Ada penyalur-penyalur yang biasa menyalurkan dan berkolaborasi," kata Buwas saat Rapat Dengar Pendapat antara Perum Bulog dan Komisi IV DPR RI.

Meski dipayungi hukum kuat, namun kesulitan menyalurkan beras BPNT oleh  tetap ada. Itu membuat Bulog harus membentuk tim satgas pemantauan internal yang bekerja sama dengan Satgas Pangan. Hasilnya, Buwas mengatakan bahwa ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Di lapangan ada warung-warung yang menjadi penjual beras untuk BPNT, tapi tak semua warung-warung penyedia layanan BPNT menyediakan beras Bulog.

Sayangnya, keterbatasan wewenang disebut membuatnya sulit untuk bergerak bebas. Laporan yang ada sebatas dilapor ke Polisi dan Mafia Pangan. "Sebenarnya Mafia, saya tahu persis. Tapi saya kewenangannya di mana. Kami koordinasi dengan kepolisian biar mereka nggak hilangkan barang bukti," kata mantan Kabareskrim Polri.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading