Buwas Ungkap Mafia Beras Bersembunyi di Program Pemerintah!

News - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
19 February 2020 13:58
Demikian disampaikan Buwas di kantor Perum BULOG, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum BULOG Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Budi Waseso kembali buka-bukaan soal keberadaan mafia beras. Hal itu disampaikan Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, selepas acara ngopi bareng sekaligus grand launching peluncuran Kopi Jenderal di lobi kantor pusat Perum BULOG, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Dalam kesempatan itu Buwas ditanya perihal stok beras Perum BULOG yang berada dalam posisi aman jelang Lebaran. Berdasarkan data, saat ini stok beras Perum BULOG mencapai 1,8 juta ton. Jika stok sudah aman, apakah ada peluang bagi mafia untuk bermain?

"Mafia kan cari peluang terus," ujarnya.


Di mana mafia itu mencari peluang? Buwas menuturkan mafia itu juga ada dalam program pemerintah seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non-tunai dari pemerintah yang diberikan kepada kelompok penerima manfaat setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerja sama dengan bank.



"Itu (program BPNT) kan masih dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok mafia," kata Buwas.

Bukan kali ini saja Buwas menyinggung program BPNT. Sebelumnya selepas rapat koordinasi bidang pangan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/9/2019), Ia mengingatkan penjahat yang memanfaatkan program tersebut.

"Saya ini mantan polisi, jadi jangan dipakai main-main, saya akan buktikan kejahatan-kejahatan selama ini untuk program BPNT itu sangat luar biasa," kata Buwas, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading