Bank Bisa Bernapas Lega, Premi Tambahan LPS Ditunda!

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
06 November 2019 15:36
Bank Bisa Bernapas Lega, Premi Tambahan LPS Ditunda!
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Rapat ini salah satunya membahas mengenai rencana kerja dan anggaran LPS untuk tahun 2020.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, setidaknya ada tujuh poin rencana kerja yang akan dilakukan pihaknya pada tahun depan. Mulai dari pengembangan infrastruktur Program Restrukturisasi Perbankan (PRP) hingga pengembangan teknologi untuk jangka waktu panjang.

"Rencana kerja strategis kita ada yang baru dan ada yang melanjutkan kerja tahun ini," kata Halim di Ruang Rapat Komisi XI, Rabu (6/11/2019).


Rencana kerja pertama adalah pengembangan infrastruktur persiapan penyelenggaraan PRP yang diputuskan untuk ditunda tahun ini. Sehingga ini akan menjadi program lanjutan untuk tahun depan dengan melakukan persiapan. Untuk diketahui, akan ada premi tambahan bagi bank dalam Program Restrukturisasi Perbankan ini.

Bank Bisa Bernapas Lega, Premi Tambahan LPS Ditunda!Foto: Rapat Kerja LPS dan Komisi XI DPR RI pada Rabu, 6 November 2019 (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)


"Drafnya sudah selesai tapi KSSK minta ditunda, mungkin karena kondisi perbankan kita," jelasnya.

Rencana kerja kedua adalah pengembangan kebijakan dalam rangka penjaminan simpanan dan resolusi bank yang efektif dan efisien. Ketiga, optimalisasi recovery rate penjaminan simpanan.

Selanjutnya, peningkatan kualitas data surveillance untuk mendukung kesiapan penjaminan dan resolusi bank. Kemudian, peningkatan hubungan kelembagaan dan layanan informasi publik.

Rencana selanjutnya adalah, penguatan kapasitas SDM dan budaya kerja yang mendukung resolusi bank dan yang terakhir adalah pengembangan infrastruktur dan teknologi informasi untuk jangka panjang.

Sementara itu, untuk laporan keuangannya, LPS menargetkan tahun depan bisa memiliki aset Rp 139,85 triliun yang terdiri dari kas Rp 42 miliar, investasi pada surat berharga Rp 136,49 triliun dan aset lainnya Rp 2,94 triliun.

Sedangkan untuk pendapatan 2020 diproyeksi bisa mencapai Rp 21,81 triliun, dengan surplus sebelum pajak Rp 19,16 triliun dan surplus setelah pajak Rp 19,18 triliun.


[Gambas:Video CNBC]




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading