Selain KPK, Jokowi tak Libatkan PPATK dalam Pilih Menteri

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
15 October 2019 06:55
Selain KPK, Jokowi tak Libatkan PPATK dalam Pilih Menteri
Jakarta, CNBC Indonesia - Selain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga tidak dilibatkan oleh Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) dalam penyusunan kabinet.

Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, sampai saat ini PPATK belum dilibatkan oleh Jokowi dalam pemilihan menteri kabinet jilid II.

"Saya kira itu wajar saja. Bapak Presiden [Jokowi] akan mempertimbangkannya dari segala aspek, apakah perlu atau tidak meminta pendapat PPATK," ujar Dian saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (15/10/2019) malam.




Kendati demikian, Dian mengaku PPATK bersedia dilibatkan apabila memang Jokowi membutuhkan penilaian dari PPATK.

"Yang jelas kita siap untuk membantu Presiden dengan memberikan masukan-masukan yang diperlukan. Untuk membantu [membentuk] kabinet yang bukan saja capable, melainkan juga berintegritas," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif juga mengakui bahwa KPK tidak dilibatkan dalam pemilihan kursi tertinggi kementerian dan lembaga di Indonesia.

Kendati demikian, Laode berharap, orang-orang terpilih nantinya untuk duduk di kursi menteri adalah orang-orang yang memiliki rekam jejak yang bagus.

Senada dengan PPATK, KPK pun akan siap apabila, Jokowi dan Ma'ruf Amin yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024, meminta saran dari KPK.

"Bila dimintai (masukan), kita akan berikan masukan. Kalau tidak, tidak apa-apa. Bahwa itu saja kita berharap bahwa beliau cukup paham untuk mengetahui mana calon menteri yang mempunyai rekam jejak yang baik atau tidak," katanya dilansir detik.com.

Kondisi ini tentu berbeda dengan pelantikan kabinet 2014 lalu. Saat itu, Jokowi meminta saran dari KPK dan PPATK perihal kandidat menteri dalam Kabinet Kerja.

"Nama-nama menteri sudah diserahkan ke KPK dan PPATK. Ini early warning dari KPK dan PPATK. Kalau ada hal yang tidak kami dapatkan dari ruang publik," ujar mantan Deputi Kepala Staf Kantor Transisi Andi Widjajanto kala itu di Kantor Transisi, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2014), seperti dilansir detik.com.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengakui telah menyelesaikan susunan kabinet di periode kedua. Demikian pengakuan Jokowi dalam sebuah video di Youtube Sekretariat Presiden.

"Sudah (rampung), kabinet," kata Jokowi seperti dikutip Senin (14/10/2019).

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading