Sial! Mafia Tanah Bikin Rugi RI, Hambat Investasi Rp 50 T

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
11 October 2019 12:07
Mafia tanah menghambat investasi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Persoalan mafia tanah yang memainkan harga tanah hingga menyulitkan pembebasan lahan untuk investasi menjadi masalah yang serius di Indonesia. Potensi investasi yang akan masuk bisa batal masuk gara-gara aksi mafia tanah.

Hal ini disampaikan oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A Djalil menyampaikan masalah tersebut dalam persoalan pengungkapan kasus mafia tanah, di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (11/10/2019)

"Bagaimana mafia pertanahan ini dengan bertindak demikian, abal-abal berhasil menipu masyarakat sampai Rp 200 miliar. Ini barangkali apakah puncak gunung es," kata Sofyan dalam memaparkan kasus pengungkapan kasus mafia tanah di Banten.




Ia mencontohkan kasus di Banten yang sudah ditangani oleh kepolisian jadi bukti nyata bahwa mafia tanah merajalela dan dampaknya sangat luar biasa. BPN telah kerja sama dengan kepolisian menangani masalah mafia tanah di Banten yang akhirnya terungkap.

"Bagaimana satu kasus mafia tanah bisa menghambat investasi paling sedikit Rp 50 triliun," katanya.

Untuk melawan mafia tanah, pemerintah gencar melakukan program sertifikasi jutaan bidang lahan di Indonesia yang dimiliki masyarakat. Dengan lahan yang sudah disertifikasi maka aksi mafia tanah bisa dibatasi ruang geraknya. Setidaknya dengan sertifikasi maka kasus sengketa lahan bisa ditekan.

"Sekarang target 2025 seluruh tanah sudah terdaftar, mafia tanah akan berkurang bahkan hilang," katanya.

Sofyan bilang istilah mafia tanah hanya dikenal di Indonesia, tak dikenal di negara lain termasuk Vietnam, di sana negara menguasai lahan dan bisa memberikan kepada calon investor, tanpa ada campur tangan pihak lain.

"Mereka bingung, yang ada hanya di Indonesia. Persoalannya banyak background masa lalu, sehingga lahirnya mafia tanah di Indonesia," katanya.
Artikel Selanjutnya

Jurus Berantas Mafia Tanah: Hapus Girik Sampai Sertifikasi


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading