KPK Tahan Imam Nahrawi di Rutan Guntur Pomdam Jaya

News - Redaksi, CNBC Indonesia
27 September 2019 19:15
Kepastian itu disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).
Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, tersangka kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora, selama 20 hari ke depan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.

Kepastian itu disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (27/9/2019). "IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga 2014-2019 ditahan 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya, Guntur," katanya seperti dilansir detik.com.

Berdasarkan pantauan, Imam keluar dari gedung KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.20 WIB. Dia terlihat sudah memakai rompi tahanan berwarna jingga dengan tangan diborgol.


KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Penetapan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (18/9/2019).

Menurut Alexander, Imam diduga menerima uang sebesar Rp 26,5 miliar. Penerimaan itu sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora terkait posisinya sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku menpora.



Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjuk Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Imam, Jumat (19/9/2019).

Imam langsung mengundurkan diri dari posisinya pasca ditetapkan sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah pada KONI.

"Jadi Pak Hanif sementara merangkap sebulan terakhir sebagai Menteri Ketenagakerjaan dan Menpora," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading