Yah, Ekspor Ikan RI Juga Kalah dari Vietnam

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
16 September 2019 14:55
Vietnam terbukti unggul dibanding RI, kali ini di sektor perikanan
Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak hanya mengalahkan Indonesia dalam hal investasi, rupanya Vietnam juga mengalahkan RI dalam hal ekspor ikan.

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Risyanto Suanda mengakui hal tersebut. Ia menerangkan, besarnya ekspor Vietnam disebabkan negara ini menjadi pengekspor ulang. Vietnam mampu melakukan hal ini karena ditopang oleh fasilitas yang mumpuni.

"Ternyata Vietnam re-ekspor. Mereka beli semua dari kawasan, Indonesia, Thailand, Malaysia, diproses di Vietnam di-reekspor ke Amerika, ke Eropa. PR kita penetrasi kita ke end market di Amerika, Eropa masih kurang, karena apa handling processing kita masih jadi PR," jelas Risyanto saat dijumpai di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/9/2019).




Di samping itu, Vietnam juga bisa mendapat pasar di luar, utamanya di Amerika Serikat, karena importir-importir ikan di AS banyak yang merupakan diaspora Vietnam.

"Jadi penetrasi pasarnya lebih mudah, mereka bisa distribusi ke orang Vietnam juga karena tahu kondisi pasarnya seperti apa," tambahnya.

Adapun, ia menyebutkan, tahun lalu nilai ekspor Vietnam sudah mencapai US$ 8,9 miliar. Bahkan nilainya tahun ini bakal meningkat lagi. Sementara, berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan ekspor perikanan pada 2020 sebesar US$ 5,9 miliar.

"Vietnam tahun lalu US$ 8,9 miliar, tahun ini mungkin US$ 10 miliar, tahun depan belasan," kata Risyanto.

Oleh karena itu, Perum Perindo membuat sejumlah strategi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. BUMN perikanan ini sudah memiliki fasilitas pengolahan berupa cold storage dan integrated cold storage di 20 titik.

"Pertanyaan dari 20 titik berapa yang certified? 25%-nya, jadi 75% masih berjuang. Certified bukan susah juga, cuma dari dulu kita nggak terbiasa untuk itu, kita bikin cold storage simpan menyimpan saja nggak berpikir jual langsung ekspor," jelasnya.

Risyanto menuturkan, proses sertifikasi ini terus berjalan. Dia bilang, saat ini mengejar sertifikasi 7-8 fasilitas sehingga memenuhi kriteria ekspor.

"Ini on going, kita sudah Natuna, Rembang, Brondong, certified, Sangihe, sudah punya 4. Kita dorong 7-8 certified minimal B sehingga bisa ekspor Jepang, Australia. Kita up grade fasilitas kita," pungkasnya.

Yah, Ekspor Ikan RI Juga Kalah dari Vietnam Foto: Infografis/RI Impor Handphone Sampai Limbah Kayu dari Vietnam/Arie Pratama


[Gambas:Video CNBC]


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading