ESDM Usulkan Ampas Smelter Buat Reklamasi Bekas Tambang

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
30 August 2019 18:54
Kementerian ESDM mengusulkan pemanfaatan ampas smelter untuk reklamasi lahan bekas tambang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan mengatur pemanfaatan slag nikel dan baja. Selama ini slag nikel dan baja dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan volume slag saat ini mencapai 20 juta Ton per tahun. Jumlahnya diperkirakan bertambah mencapai sekitar 35 juta ton per tahun pada 2021.




"Jadi bagaimana memberikan kemudahan ketika dimanfaatkan kemudahan perizinannya. Nah setelah nanti kemudahan perizinannya, nanti dibuat aspek aspek prosedurnya, prosedur secara SOP," ucap Yunus usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (30/8/2019).

Menurutnya, slag nikel dan baja dapat dimanfaatkan sebagai pondasi jalan dan juga dibutuhkan dalam pembuatan semen.

"Sementara ini (slag) ditumpuk, ditimbun di tambang. Semakin lama kan semakin menyulitkan penempatannya karena belum boleh untuk dimanfaatkan sana sini, untuk pengerasan jalan, pondasi jalan, untuk industri semen, infrastruktur, batako," kata Yunus

Ia menuturkan, tidak menutup kemungkinan slag akan dijadikan sebagai bahan reklamasi tambang.

"Nah kemungkinan bisa dikaji ke situ sebagai reklamasi untuk bisa menutup (lubang tambang), tapi tentunya harus melalui adendum dokumen reklamasi, rencana reklamasi karena dulunya tidak ada slag yang masuk, jadi sekarang harus ada slag yang masuk berarti harus ada kajian, jadi sudah ada mulai solusi," tambahnya.

Ia menambahkan regulasi akan dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sementara Kementerian ESDM hanya mengikuti aturan teknis. 



(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading