China Bangun PLTA Terbesar di RI, Kapasitas Sentuh 9000 MW

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
21 August 2019 20:03
China kucurkan investasi bangun PLTA terbesar di RI, dengan kapasitas mencapai 9000 MW
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kayan Hydro Energy akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan yang merupakan PLTA terbesar di Indonesia, dan kapasitasnya mencapai 9.000 MW.

Direktur Operasional Kayan Hydro Energy Khaerony mengatakan, akhir tahun ini, PLTA akan mulai kontruksi. "Targetnya, akhir tahun ini mulai konstruksi," ujar Khaerony saat dijumpai di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembangunan proyek PLTA Sungai Kayan akan dibangun secara bertahap, untuk tahun ini akan dimulai konstruksi tahap 1, kapasitasnya 900 MW, dan selang setahun berikutnya, PLTA Sungai Kayan 2 dengan kapasitas 1.200 MW akan dibangun. Total akan ada lima unit PLTA yang akan dibangun perusahaan.




"Targetnya di 2024 PLTA Sungai Kayan 1 sudah beroperasi, dan 2025 PLTA Sungai Kayan 2 yang beroperasi, dan PLTA Sungai Kayan 3, akan konstruksi 3 tahun setelah PLTA Sungai Kayan 2 beroperasi. Totalnya butuh 25 tahun untuk mengerjakan proyek ini," jelas Khaerony.

Adapun, biaya investasi yang dibutuhkan yakni mencapai US$ 27 miliar yang pendanaannya bersumber dari PowerChina dan Central Asia Capital Ltd.

"Kedua itu investor kami. Kenapa tinggi biayanya, sebab ini mempertimbangkan akses, sebab PLTA Sungai Kayan 3, 4, dan 5 aksesnya sangat jauh jadi butuh infrastruktur, dan ini termasuk jadi perhitungan cost kan," katanya.

Nantinya, lanjut Khaerony, PLTA Sungai Kayan ini akan mampu melistriki kawasan industri di Kalimantan Utara, yakni KIPI Tanah Kuning. Tidak hanya itu, listrik yang dihasilkan juga bisa digunakan untuk memasok kelistrikan di Kalimantan, apalagi pemerintah berencana untuk memindahkan ibu kota ke wilayah Borneo.

Oleh karena itu, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT PLN (Persero) yang di dalamnya membahas rencana dan potensi ke depannya, bahkan sampai dengan proses jual listrik ke industri dan masyarakat.

"Kami sih sebenarnya tergantung PLN. Kalau PLN beri wilayah usaha, kami siap. Kalau kami jual listrik dan lewat PLN melistrikinya kami juga siap. Yang jelas kami siap listriki kawasan industri maupun masyarakat," imbuhnya.

"Karena di situ nanti industri smelternya banyak, sekarang kan smelter itu condong lebih green, tidak besar tapi produktivitas tinggi, jadi nanti porsinya sekitar 70% bisa pakai untuk kawasan industri, 30% untuk kelistrikan Kalimantan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading