Esemka Ogah Disebut Mobnas, Apa Kata Menperin Airlangga?

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
14 August 2019 18:39
Esemka Ogah Disebut Mobnas, Apa Kata Menperin Airlangga?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menanggapi soal sikap manajemen PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), produsen mobil Esemka yang tak mau disebut sebagai mobil nasional (mobnas). Esemka lebih memilihi disebut sebagai mobil yang diproduksi di Indonesia.

"Kita lihat, itu jawabnya merek mobil nasional. Jadi kalau merek itu kan macem-macem. Dan merek itu nanti market yang akan menilai," kata Airlangga di kantornya, Rabu (14/8).

Secara tersirat, Airlangga memberi pesan konsep mobnas ada keterlibatan pemerintah secara langsung. Selain itu, ada kewajiban pembelian mobil oleh instansi pemerintah. Hal macam ini pernah diterapkan pada Proton di Malaysia. Ia menegaskan Esemka pada dasarnya produk merek nasional, pemerintah hanya mendukung ekosistem industrinya saja.



"Program pemerintah adalah untuk mendukung industri otomotif. Jadi industri otomotifnya silakan. Kalau yang merek nasional misalkan kalau untuk kendaraan contoh nya AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaan), itu kan merek nasional. Kemudian kemarin ada juga merek Esemka," katanya.

Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya, mengatakan Esemka bukan mobil nasional (mobnas). Hal itu diungkapkannya saat dimintai tanggapan terkait perkembangan mobil nasional di Malaysia dan Vietnam.


"Kami bukan mobil nasional, kami mobil yang diproduksi di Indonesia. Jangan salah persepsi mengenai mobil nasional. Cukup luas artinya," kata Eddy di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/8).

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataannya. Dalam rilis pers, disebutkan bahwa PT SMK merupakan perusahaan swasta nasional yang telah beroperasi seperti pabrik mobil lainnya tanpa mendapatkan fasilitas khusus dari pemerintah.


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading