Kacau! CAD Q2-2019 Jadi yang Terburuk Dalam 5 Tahun

News - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
09 August 2019 11:01
Pada kuartal II-2019, CAD menembus level 3% dari PDB, tepatnya 3,04%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar kurang sedap datang menghampiri Indonesia menjelang akhir pekan. Beberapa saat yang lalu, Bank Indonesia (BI) merilis angka Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) untuk periode kuartal II-2019.

Sepanjang tiga bulan kedua tahun ini, NPI membukukan defisit senilai US$ 1,98 miliar. Padahal pada tiga bulan pertama 2019, ada surplus senilai US$ 2,42 miliar.

Bagi yang belum tahu, NPI merupakan indikator yang mengukur arus devisa (mata uang asing) yang masuk dan keluar dari tanah air. Jika nilainya positif, maka ada lebih banyak devisa yang mengalir ke tanah air. Sementara jika nilainya negatif, maka ada lebih banyak devisa yang mengalir ke luar Indonesia.


Masalah utama datang jika melirik pos transaksi berjalan yang merupakan komponen dari NPI. Pada kuartal II-2019, defisit transaksi berjalan/current account deficit (CAD) menembus level 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), tepatnya 3,04%. Padahal pada kuartal I-2019, CAD hanya berada di level 2,6%. Secara nominal, CAD pada kuartal II-2019 adalah senilai US$ 8,44 miliar.


CAD pada kuartal II-2019 juga lebih dalam ketimbang CAD pada periode yang sama tahun lalu (kuartal-II 2018) yang sebesar 3,01% dari PDB. Bahkan jika dirunut ke belakang, CAD pada kuartal II-2019 merupakan CAD kuartal II terburuk dalam lima tahun atau sejak 2014.



Untuk diketahui, posisi transaksi berjalan menjadi faktor yang sangat penting dalam mendikte pergerakan rupiah. Pasalnya, arus devisa yang mengalir dari pos transaksi berjalan cenderung lebih stabil, berbeda dengan pos transaksi finansial (komponen NPI lainnya) yang pergerakannya begitu fluktuatif karena berisikan aliran modal dari investasi portfolio atau yang biasa disebut sebagai hot money.

Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat menguat hingga 0,18% melawan dolar AS di pasar spot. Kini, penguatan rupiah hanya tersisa 0,04% saja.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ank/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading