Bos BKPM Salah Baca Data, 4 Unicorn RI Ini Sempat Panik

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 August 2019 10:08
Bos BKPM Salah Baca Data, 4 Unicorn RI Ini Sempat Panik
Jakarta, CNBC Indonesia - Para unicorn Indonesia (Gojek, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia) dibuat panik oleh pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Dia menyebut keempat perusahaan ini diklaim sebagai perusahaan asal Singapura, sedang Indonesia tak memiliki satu pun unicorn.

Kepala BKPM Thomas Trikasi Lembong mengatakan pernyataannya ini didasarkan atas hasil riset dari Google-Temasek. Dalam riset ini disebut Singapura punya empat startup (perusahaan rintisan) berstatus unicorn, sementara Indonesia tak punya alias nol. Unicorn adalah istilah yang mengacu pada startup dengan kapitalisasi lebih dari US$ 1 miliar.

"Kalau kita lihat riset oleh Google dan Temasek yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital ASEAN, malah empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka [Singapura]. Di laporan disebutkan Indonesia ada nol dan Singapura empat," kata pria yang akrab disapa Tom Lembong ini, Selasa (30/7/2019).



Riset yang dimaksud adalah "e-conomy SEA: Unlocking the $200 billion digital opportunity in Southheast Asia" yang dipublikasi tahun 2016.

Pernyataannya ini bikin geger. Pasalnya, Ia salah melihat data meski kemudian meralat dan memohon maaf atas kesalahan tersebut.

Dia menyebut, alasannya empat perusahaan unicorn tersebut diklaim milik Singapura terkait keberadaan induk keempatnya yang berbasis di Singapura dan ketika unicorn Indonesia mendapat suntikan dana tapi masuknya lewat negara tersebut.

Dalam laporan tersebut memang disebutkan Singapura punya empat unicorn, sementara Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia nol.


Empat unicorn tersebut adalah GrabTaxi (ride-hailing), Garena (e-commerce & publisher game), Lazada (e-commerce) dan Razer (game online dan perangkatnya). Jadi bukan Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Pada akhirnya Tom Lembong menyampaikan permohonan maaf dan ralat dalam akun Twitter resminya. Dia menyebut terlalu jauh mengomentari data tersebut.

"Maaf & ralat: @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya, @gojekindonesia sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia... Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini," kata dia dalam akun twitter resminya @tomlembong.



Mendapat pernyataan ini, para unicorn langsung menyebut diri mereka adalah perusahaan milik Indonesia, berbadan hukum Indonesia, asli Indonesia. Meski berbentuk penanaman modal asing (PMA). Traveloka menyebut perusahaan ini yang berasal dari Indonesia. Mayoritas karyawan juga WNI dan bekerja di Tanah Air.

"Tentunya, penyaluran investasi tersebut terserap untuk operasional kami di Indonesia tercinta," kata Sufintri Rahayu, Public Relations Director Traveloka menanggapi pernyataan Bos BKPM tersebut.


Dia menjelaskan investasi dari fund raising yang dilakukan tentunya disalurkan untuk pengembangan perusahaan Traveloka (PT Trinusa Travelindo), sebagai perusahaan rintisan asal Indonesia.

Perusahaan ride-hailing Gojek juga menegaskan bahwa perusahaan dengan nama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ini seluruh penanaman modal dan investasi ditanamkan dan dibukukan penuh di perusahaan Indonesia tersebut.

"Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM," kata Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek dalam keterangan resmi kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/7/2019).

Senada, Tokopedia juga menyampaikan pernyataan yang tak jauh berbeda.

VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menyebutkan sejak berdiri Tokopedia sudah merupakan perusahaan terbatas (PT) dengan badan hukum Indonesia, meski terdaftar sebagai penanaman modal asing (PMA) dan mendapatkan izin dari BKPM.

"Kami juga berkomitmen untuk terus menjadi perusahaan Indonesia dan menaati seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di
Indonesia," terang dia.

Dia menegaskan, perusahaan ini tak memiliki induk usaha di Singapura karena telah beroperasi di Indonesia sejak awal.


Ini kata mantan Kepala BKPM soal investasi.

[Gambas:Video CNBC]
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading