Ada Jepang di Patimban, Luhut Mau Adu dengan Tanjung Priok

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 June 2019 19:48
Pemerintah menghendaki pelabuhan Patimban dikelo swasta murni agar bisa jadi pesaing Tanjung Priok.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, akan segera beroperasi pada tahun depan. Tahap awal akan beroperasi terminal mobil. Di sisi lain, di sisi barat Patimban ada Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta yang juga punya terminal mobil untuk ekspor-impor.

Laporan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mencatat proyek Pelabuhan Patimban bernilai Rp43,2 triliun, dengan skema pendanaan APBN dengan pinjaman luar negeri, APBD dan swasta. Pelabuhan ini dibangun sebagai strategi pemerintah untuk mengurangi kelebihan kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok.




Proyek ini di bawah Kementerian Perhubungan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengoperasian pelabuhan ini nantinya akan dikelola murni swasta tanpa melibatkan BUMN atau Pelindo. Operatornya akan berasal dari swasta Indonesia dan Jepang.

"Biar ada bersaing antara Priok dan Patimban, biar kita ketahuan mana yang enggak efisien," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6)

Di tempat yang sama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahap pertama Pelabuhan Patimban beroperasi pada 2020 untuk terminal mobil, selanjutnya akan beroperasi terminal kargo.

"Tahap II akan selesai dengan 3,5 juta TEUS kurang lebih 2023. Tahap III akan menjadi 7,5 juta TEUS akan terjadi pada 2027. Jadi ada tiga tahap," katanya.



Budi Karya mengatakan pemerintah menyerahkan kepada calon operator yang paling bagus proposalnya. Saat ini sudah ada 10 calon operator yang berminat mengelola pelabuhan ini.

Pemerintah berencana akan memberikan konsesi pengelolaan sekitar 20 tahun bagi operator yang terpilih. Sebelumnya, Luhut sempat menyebut nama
Astra dan Mitsubishi sebagai salah dua calon yang mengelola Pelabuhan Patimban 

"Konsesinya nanti kita lihat. Mestinya, logikanya, karena dia tidak investasi, paling lama 20 tahun. Yang investasi kan pemerintah," kata Budi Karya.
Artikel Selanjutnya

Jokowi Minta Penyelesaian Pelabuhan Patimban Dikebut Total!


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading