Menhub Tutup Posko Angkutan Lebaran, Bagaimana Mudik di 2019?

News - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
13 June 2019 20:37
Menhub Tutup Posko Angkutan Lebaran, Bagaimana Mudik di 2019?
Jakarta, CNBC Indonesia - Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H akan ditutup oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Jumat (14/6/2019) pagi. Posko yang ditutup adalah untuk moda transportasi udara, darat, dan kereta api.

Sedangkan posko moda transportasi laut masih akan diperpanjang hingga H+15 dan dipindahkan ke lantai 4, Gedung Karsa, Kemenhub. Karena perjalanan laut yang terbilang lebih panjang dibanding moda transportasi lainya.

Ketua Harian Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440H Ahmad mengatakan, data dan fakta dari masing-masing posko akan direkapitulasi oleh Litbang Perhubungan untuk nantinya diserahkan kepada Menhub.


Dari seluruh pelaporan, akan dilakukan analisis angka dan evaluasi yang dilakukan. Rekapitulasi dan evaluasi akan menjadi saran dan Menhub akan mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan arus mudik dan arus balik di tahun depan.

"Jadi hasil Litbang Perhubungan ini menunggu hasil angka subsektor darat, kereta api, laut, dan udara," ucap Ahmad kepada CNBC Indonesia di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H, Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Menhub Tutup Posko Angkutan Lebaran, Bagaimana Mudik di 2019?Foto: Ahmad, Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub (CNBC Indonesia/Fikri Muhammad)


Ahmad lantas menjelaskan perbedaan antara mudik tahun lalu dengan tahun ini.

"Pertama, sisi paling menonjol turun drastis jumlah kecelakaan. Kedua, kenyamanan, kenyamanan dalam arti masyarakat sudah semakin memahami beli tiket jauh-jauh hari dengan e-ticketing. Sehingga datang ke lokasi tidak menumpuk," katanya.


Dari data kecelakaan darat dari H-7 sampai H+6 dari Data Kecelakaan Lalu Lintas Pada Operasi Ketupat Tahun 2019 memperlihatkan, untuk jumlah kejadian turun 71% dari tahun 2018, yakni dari 1.942 menjadi 560.

Perinciannya adalah jumlah korban meninggal dunia turun 69% dari tahun 2018, yaitu 442 ke 127. Lalu, korban luka berat turun 77% dari 458 ke 106. Kemudian korban luka ringan turun 74% dari 2.589 ke 679. Sedangkan untuk kerugian materil turun 70% dari Rp 5.559.869.142 ke Rp 1.676.550.700. Sedangkan untuk laut dan kereta api, Ahmad mengungkapkan tidak ada kejadian yang sampai memakan korban jiwa.

Karena bentuk laporan dari H-15 (untuk laut) dan H-7 (untuk kereta api) masih berupa narasi kejadian menonjol, belum ada data rekap dalam bentuk angka. Sementara untuk udara, tidak ada jumlah kecelakaan yang terjadi.
Kemudian untuk update H+7 lebaran setelah hasil teleconference siang tadi terpantau aman dan lancar.



Untuk pelabuhan Kumai, Ahmad mengungkapkan arus balik terjadi secara bertahap. Ia menyampaikan semua karena ada koordinasi yang baik antara pemerintah kabupaten dengan perusahaan-perusahaan.

"Jadi ada tahapan tahapan, Kumai itu arus balik baru 40%. Ternyata ada pentahapan cuti yang diberlakukan oleh perusahaan supaya tidak numpuk. Jadi Kumai itu banyak penumpang dari Jawa, Surabaya dan Semarang. Alhamdulillah sudah teratasi," ucap Ahmad.

Pada hari ini, Kemenhub telah memantau 48 Terminal untuk jalur darat, 36 bandada, 18 SDP, dan 9 Stasiun Kereta Api. CNBC Indonesia memantau jumlah penumpang berangkat pada arus balik per tanggal 13 Juni 2019 pada pukul 18:05 di SIASATI (Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia) sebesar 412.634 orang.




Untuk pantauan H+7 Ahmad memperhatikan bahwa semua moda transportasi untuk arus balik terpantau baik. Ia juga mengapresiasi kinerja PELNI karena sudah memberikan kenyamanan yang bagus. Selain itu, antisipasi cuaca juga berjalan dengan baik karena adanya edukasi yang diberikan kepada masyarakat. 


Dalam maklumat pelayaran, Ahmad juga mengatakan bahwa syahbandar kapal, sebelum mengeluarkan surat pelayaran sudah berkordinasi dengan BMKG. Sehingga soal keamanan pelayaran dapat terpantau dengan baik.

"Begitu juga saat nakhoda berlayar enam jam harus update ke BMKG soal cuaca. Kalau terjadi sesuatu dia harus merapat ke daerah aman. Kalo lebih dari itu, terjadi kejadian, dia koordinasi dengan KPLP, Syahbandar, Basarnas setempat untuk mengirim bantuan," ucapnya.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading