Pakai Utang Jepang, Jembatan Pelabuhan Patimban Dibangun

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
13 February 2020 18:05
Pelabuhan Patimban masih harus menuntaskan proyek antara lain jembatan penghubung.
Jakarta, CNBC Indonesia - Paket pengerjaan 3 proyek Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat tahap pertama resmi diteken, Kamis (13/2/20). Paket 3 berupa pembangunan connecting bridge atau jembatan penghubung ke pelabuhan.

Penandatanganan kontrak ini bertempat di Ruang Sriwijaya Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono, menjelaskan, kontrak paket 3 ini adalah pembangunan jembatan penghubung yang akan dikerjakan oleh kontraktor pemenang WIKA - PP Joint Operation.

"Diharapkan pekerjaan paket 3 bisa berjalan sesuai jadwal yang ditentukan sehingga nantinya jembatan ini akan menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan terminal kendaraan dan peti kemas dengan kawasan Back up Area sebagai penunjang pelabuhan," katanya.




Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo menambahkan, jembatan yang dibangun ini bakal membentang sepanjang kurang lebih 1 Km. Paket 3 sudah melalui proses tender sejak 15 Mei 2019 lalu.

"Terdapat 3 penawar yang menyampaikan dokumen penawaran. Setelah dilakukan evaluasi maka pada tanggal 10 Desember 2019 ditetapkan pemenang tender oleh Menteri Perhubungan yaitu WIKA- PP Joint Operation," jelasnya.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional pelabuhan baru yang dibangun di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan melalui pendanaan dari Official Development Assistance (ODA Loan) alias utang dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Adapun nilai kontrak Paket 3 adalah sebesar Rp 524 miliar. Kontrak ini meliputi masa kerja selama lebih kurang 630 hari.

"Dengan ruang lingkup kerja meliputi pembersihan lahan, pembongkaran, penggalian struktur, pengaspalan, struktur beton, pekerjaan pendukung, utilitas dan instalasi pipa air suplai," katanya.

Dengan adanya kontrak ini, total proyek untuk tahap pertama ini sudah menelan utang dari Jepang hampir Rp 10 triliun atau tepatnya Rp 9,6 triliun. Rincinya, paket 1 senilai Rp 6,1 triliun, paket 2 sebesar Rp 1,8 triliun, paket 3 mencapai Rp 524 miliar, dan paket 4 sebesar Rp 1,2 triliun.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading