Subsidi Solar Rp 1.500/liter di 2020, Akankah Harganya Naik?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
21 June 2019 09:57
Subsidi Solar Rp 1.500/liter di 2020, Akankah Harganya Naik?
Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi VII DPR RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepakat untuk menetapkan besaran subsidi solar di 2020 mendatang sebesar Rp 1.500/liter, lebih rendah dari subsidi tahun 2019 sebesar Rp 2.000/liter.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto menjelaskan, besaran tersebut merupakan level batas atas atau maksimal, tergantung faktor harga minyak.

"Harga minyak tidak ada yang tahu, kalau harga turun ya ini bisa kurang lagi subsidinya," ujar Djoko saat dijumpai dalam rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis malam (20/6/2019).

Besaran yang disepakati tersebut mengalami penurunan dari usulan awal yang diajukan oleh Kementerian ESDM, yakni Rp 2000 per liter.


"Ya, diturunkan agar negara bisa lebih berhemat, Rp 1.500 juga tidak masalah kok. Tapi memang ditambah alokasi di subsidi LPG, jadi imbang. Untuk alokasi volume subsidi solar juga jadi turun karena pertimbangan, salah satunya penerapan B30 di tahun depan," jelas Djoko.

Dengan begitu, usulan asumsi dasar sektor ESDM untuk tahun anggaran 2020 yang disepakati adalah sebagai berikut:

1. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diusulkan US$ 60 per barel
2. Lifting migas: 1,89 juta BOEPD, dengan rincian:
-Lifting minyak: 734.000 barel per hari (BOPD)
-Lifting gas: 1,15 juta BOEPD
3. Cost recovery: US$ 10-11 miliar
4. Volume BBM dan LPG bersubsidi, Volume BBM: 15,87 juta KL, dengan rincian:
-minyak tanah: 0,56 juta kl
-minyak Solar: 15,31 jt kl
-LPG 3 kg: 7 juta mt
5. Subsidi Solar (batas atas): Rp 1.500 per liter
6. Subsidi listrik: Rp 58,62 triliun

Adapun, pada bagian cost recovery (pengembalian biaya operasi pada industri hulu migas), ada catatan dari Fraksi Demokrat untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

Sementara, untuk pagu anggaran Kementerian ESDM untuk tahun anggaran 2020 yang telah disepakati yakni sebesar Rp 9,6 triliun. Mengalami kenaikan dibandingkan anggaran di 2019 yang sebesar Rp 4,9 triliun.

Subsidi listrik bisa berkurang Rp 6 triliun
Kementerian ESDM juga mengusulkan adanya penurunan subsidi listrik pada tahun anggaran 2020. Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan subsidi listrik di 2020 diusulkan sebesar Rp 58,62 triliun.

Besaran tersebut lebih rendah dibanding besaran yang telah ditetapkan dalam proyeksi subsidi listrik di 2019 yang sebesar Rp 65 triliun, yang mana dari jumlah tersebut, sebesar Rp 6 triliun-nya akan dibayarkan ke anggaran tahun berikutnya. 
Penyebabnya, yakni ada perubahan asumsi ICP, kurs, dan lain-lain.


Tetapi, Jonan mengatakan, besaran subsidi di 2020 bisa turun lebih besar lagi apabila tarif golongan rumah tangga 900 Volt Ampere (VA) ke atas dilakukan penyesuaian (adjustment) atau kenaikan. Saat ini penyesuaian tarif pada golongan 900 VA memang masih ditahan atau dengan kata lain tidak naik.

"Note-nya apabila tarif listrik yang golongan rumah tangga mampu 900 VA ke atas boleh mengikuti tarif adjustment, maka subsidinya akan turun sekitar Rp 6 triliun. Tapi, kalau itu (adjustment) tetap ditahan, maka subsidinya hanya akan turun Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar," tutur Jonan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (20/6/2019).


Ditemui di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menambahkan, saat ini golongan 900 VA dibagi menjadi dua kategori yakni yang menerima subsidi dan yang menerima tarif adjustment. Seharusnya, kata dia, untuk golongan adjustment dilakukan kenaikan tarif selama ini.

Namun dengan pertimbangan untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah dan DPR sepakat untuk menahan kenaikan tersebut pada golongan 900 VA dengan tarif adjustment.

Dengan demikian, baik yang subsidi maupun adjustment sama-sama tidak mengalami kenaikan tarif.


Kendati demikian, Rida memastikan di tahun depan tetap ada subsidi bagi masyarakat yang sesuai regulasi berhak menerima. Misalnya golongan 450 VA dan 900 VA penerima subsidi.





(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading