Perang Dagang Bikin Gerah, China Mau Berhenti Beli Produk AS

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
23 May 2019 - 11:47
Perang Dagang Bikin Gerah, China Mau Berhenti Beli Produk AS
Jakarta, CNBC Indonesia - China sedang menjajaki langkah yang lebih drastis akibat panasnya pertarungan dagang dengan Amerika Serikat (AS), menurut laporan surat kabar South China Morning Post yang dikutip CNBC International, Rabu (22/5/2019).

Sementara China terbuka untuk melanjutkan kembali perundingan perdagangannya, penasihat pemerintah sekarang menyoroti risiko mengambil pasokan penting dari AS yang semakin bersikap bermusuhan. Selain itu, Beijing juga tengah menjajaki cara-cara untuk mengurangi paparannya ke AS, tulis surat kabar itu, mengutip beberapa peneliti China.

China juga sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pembelian gas alam dari AS sebagai bagian dari langkah itu, menurut surat kabar itu.


"Gagasan bahwa China harus membeli gas alam dalam jumlah besar dari AS harus ditinjau kembali," Wang Yongzhong, seorang rekan senior di Chinese Academy of Social Sciences.


Langkah ini dilakukan setelah tindakan terbaruĀ Presiden AS Donald Trump untuk memasukkan Huawei dalam daftar hitam dan secara efektif menghentikan kemampuannya untuk membeli suku cadang dan komponen buatan Amerika.

China sekarang mengancam untuk menghentikan pendanaan industri, yang kedua negara telah lakukan kesepakatan yang cukup besar. Pada 2017, China setuju untuk mendanai proyek gas alam di Alaska senilai US$43 miliar (Rp 624 triliun).

"China mungkin harus membatasi pasokan AS sebesar 10 atau 15% dari pembelian di luar negeri demi keamanan rantai pasokan," kata Wang, yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan pasokan energi China.

"Bagaimana jika pasokan (energi) (termasuk gas alam cair dan minyak) terputus tiba-tiba, seperti yang telah kita lihat dalam kasus Huawei?" ungkapnya.

Perang Dagang Bikin Gerah, China Mau Berhenti Beli Produk ASFoto: Infografis/Perang Dagang/Edward Ricardo

China membeli minyak mentah dan gas alam cair AS senilai US$6,3 miliar pada 2017, atau sekitar 3,6% dari pembelian produk-produk energi asing di negara itu, kata surat kabar itu dan menambahkan bahwa ketergantungan China pada produk-produk energi AS terbatas.

Pembatasan AS terhadap bisnis Huawei telah memaksa perusahaan teknologi dan pembuat chip, termasuk Google dan Qualcomm, untuk memutuskan hubungan dengan raksasa telekomunikasi China itu sampai AS memberikan kelonggaran selama 90 hari demi menjaga jaringan yang ada tetap aktiv. Larangan itu memicu aksi jual besar-besaran saham semikonduktor.

Negosiasi perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah menemui hambatan setelah Trump mewujudkan ancamannya meningkatkan bea impor barang-barang China senilai US$200 miliar dari 10% menjadi 25%. China merespons dengan menaikkan tarif impor barang-barang AS senilai US$60 miliar hingga 25% mulai 1 Juni mendatang.


Saksikan video putusnya kerja sama Google dan Huawei berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading