Tenang, Wakil PM China Tetap ke AS Meski Diancam Trump

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
07 May 2019 06:46
Tenang, Wakil PM China Tetap ke AS Meski Diancam Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Perdana Menteri China Liu He direncanakan tetap berkunjung ke Amerika Serikat (AS) bersama delegasinya pekan ini. Ini menjadi sinyal positif bagi kelangsungan perundingan dagang antara kedua negara setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menaikkan bea impor bagi berbagai produk China.

Kenaikan bea masuk itu akan berlaku Jumat dini hari, kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Tenang, Wakil PM China Tetap ke AS Meski Diancam TrumpFoto: Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, AS, 4 April 2019. REUTERS / Jonathan Ernst

Namun, AS masih akan mempertimbangkan lagi penerapan bea masuk itu bila perundingan berjalan sesuai yang diharapkan, kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin, dilansir dari CNBC International.


Kehadiran Liu itu membawa harapan bagi para pelaku pasar, sebab ketidakhadirannya bisa berarti bahwa AS akan dapat begitu saja menaikkan bea masuknya. Tetap saja ada beberapa hambatan yang muncul jelang perundingan tersebut.

Para pejabat AS pada Senin menuduh China mengingkari beberapa komitmen yang dibuat sebagai bagian dari negosiasi itu. Lighthizer menggambarkannya sebagai terkikisnya komitmen pihak China.


Delegasi China akan tiba di Washington Kamis dan Jumat, menurut Lighthizer. Perundingan itu tetap berlanjut dan kedua belah pihak tidak serta-merta menghentikan diskusi setelah Trump mengancam akan menaikkan bea impor AS.

Beberapa pejabat AS mengatakan mereka melihat ada perubahan pendapat dalam perundingan terakhir pekan lalu di Beijing. Mnuchin mengatakan China ingin kembali pada komitmen tertentu yang berpotensi mengubah kesepakatan dagang secara signifikan.

Lighthizer dan Mnuchin tidak berkomentar mengenai ancaman Trump untuk mengenakan bea impor baru terhadap produk China senilai US$325 miliar. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading