Saktinya Trump: Cuma karena Dua Twit, Ketenangan Global Rusak

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
06 May 2019 12:28
Saktinya Trump: Cuma karena Dua Twit, Ketenangan Global Rusak
Singapura, CNBC Indonesia - Pada akhirnya, hanya butuh dua tweet dari Donald Trump untuk meruntuhkan kedamaian pasar keuangan global.

Setelah berminggu-minggu banyak pihak di Wall Street mengatakan gejolak harga di pasar global sudah terlalu lemah, ancaman sang presiden Amerika Serikat (AS) itu untuk kembali menaikkan bea impor di China menyebabkan terjadinya lonjakan volatilitas, Senin (06/05/2019).

Indeks futures saham anjlok lebih dari 2%, dan Shanghai Composite Index tamblas 4,1%. Futures untuk bulan Mei di Cboe Volatility Index melonjak sampai 15%, tulis Bloomberg yang dikutip Straits Times.


Entah ini semata-mata taktik negosiasi atau pertanda dari sebuah langkah yang lebih tidak menyenangkan, namun tweet Trump mengguncang pasar yang telah dibuai harapan akan tercapainya perjanjian dagang antara AS-China dalam beberapa pekan terakhir. Investor yang telah terbiasa dengan rendahnya gejolak aset-aset berisiko, sekali lagi dipaksa untuk mempertimbangkan bahwa semuanya mungkin tidak berjalan semulus itu.


"Isu perseteruan dagang telah diabaikan oleh banyak pelaku pasar," kata Andrew Tilton, kepala ekonom Asia-Pasifik di Goldman Sachs Group, kepada Bloomberg Television, dikutip dari Straits Times.

"Harga pasar mengasumsikan akan ada semacam kesepakatan, dan tidak ada kenaikan bea impor lajnutan," tambahnya. Kicauan Trump itu telah memunculkan lagi ketidakpastian yang dapat membebani investasi di kemudian hari.

Trump pada Minggu (5/5/2019) mengatakan bea impor terhadap berbagai produk China senilai US$200 miliar akan naik menjadi 25% Jumat mendatang.

Hal ini ia sampaikan meskipun pemerintahannya selama beberapa pekan terakhir mengatakan perundingan dagang dengan China berlangsung lancar.

Saktinya Trump: Cuma karena Dua Twit, Ketenangan Global RusakFoto: Twit ancaman Trump soal kenaikan bea impor terhadap barang China, Minggu (5/5/2019). (Foto: Twitter)

Bea masuk terhadap produk-produk tersebut saat ini dikenakan sebesar 10%. Trump awalnya mengancam akan menaikkan bea impor tersebut awal tahun ini namun memutuskan menundanya setelah China dan AS sepakat untuk melakukan negosiasi dagang.

Sebagai tambahan, sang presiden juga mengancam akan mengenakan tarif impor 25% terhadap produk-produk China lainnya senilai US$325 miliar dalam waktu dekat, dilansir dari CNBC International.

Ia mengatakan perundingan dagang dengan China masih berlanjut namun sangat lamban karena Negeri Tirai Bambu itu masih mencoba untuk menegosiasikan kembali beberapa hal.

"Ini mungkin tidak seburuk kelihatannya" tetapi "sangat mungkin untuk menghapus semua momentum positif yang telah kita lihat," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets Asia Pacific Pty di Sydney. Pertanyaannya adalah apakah ini semata-mata taktik negosiasi di menit terakhir atau akan menandai kegagalan dalam pembicaraan, katanya.



Dua sumber yang mengikuti perundingan itu mengatakan pihak China mungkin akan mundur dari negosiasi yang dijadwalkan di Washington minggu ini, dilansir dari CNBC International.

Satu sumber mengatakan, wakil perdana menteri China kemungkinan akan membatalkan perjalanan yang telah ia rencanakan untuk dirinya sendiri dan delegasi sejumlah 100 orang untuk menghadiri putaran terakhir perundingan yang sebelumnya dikatakan pejabat AS dapat menghasilkan kesepakatan dagang. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading