Perundingan Dagang AS-China Masuki Putaran Akhir

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
29 April 2019 14:32
Perundingan Dagang AS-China Masuki Putaran Akhir
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan perundingan dagang antara negaranya dan China sekarang berada pada tahap akhir.

Ia menyampaikan hal itu jelang pertemuan kedua belah pihak di Beijing yang dimulai Selasa (30/4/2019).

"Kami sedang memasuki putaran terakhir," kata Mnuchin dalam sebuah wawancara di Milken Institute Global Conference di Los Angeles, sebagaimana dikutip oleh The New York Times.


"Saya pikir kedua belah pihak memiliki keinginan dalam mencapai kesepakatan," katanya. "Kami telah membuat banyak kemajuan."



Menurut laporan itu, Mnuchin mengatakan meski kedua negara semakin dekat dengan perjanjian dagang, negosiasi itu bisa mencapai tahap di mana perjanjian dapat tercapai atau bisa saja berakhir tanpa kesepakatan.

Mnuchin, bersama dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, telah berusaha menegosiasikan kesepakatan dengan perwakilan China di tengah perang dagang yang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

Kedua belah pihak telah bertemu beberapa kali dalam upaya menuntaskan kesepakatan untuk mengakhiri perbedaan perdagangan mereka. Pembicaraan sejauh ini berfokus pada sejumlah masalah, termasuk transfer teknologi secara paksa dan reformasi struktural.

Perundingan Dagang AS-China Masuki Putaran AkhirFoto: CNBC Indonesia TV

Baik Mnuchin maupun Lighthizer akan mengunjungi Beijing untuk mengadakan perundingan lanjutan mulai 30 April, kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, dalam sebuah pernyataan pekan lalu. Mereka akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

Dalam laporan itu, Mnuchin menolak mengonfirmasi apakah perundingan akan selesai pada akhir Juni. Namun, ia menegaskan kedua kekuatan ekonomi itu sama-sama ingin mencapai kesepakatan, dilansir dari CNBC International.

Dia juga menolak untuk mengatakan apakah gagalnya negosiasi akan menyebabkan Trump menjatuhkan lebih banyak bea impor terhadap China.



AS dan China telah terlibat dalam sengketa perdagangan sejak tahun lalu yang membuat pasar dunia bergejolak dan mengganggu pertumbuhan global.

Pemerintahan Trump mengenakan pungutan bea impor terhadap berbagai produk China senilai US$250 miliar (Rp 3.548 triliun) dan China melakukan hal serupa dengan menjatuhkan bea masuk sebesar US$110 miliar terhadap produk-produk Amerika.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading