Internasional

Pencurian HAKI sampai Subsidi, Ini Topik Nego Dagang AS-China

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
08 April 2019 06:54
Pencurian HAKI sampai Subsidi, Ini Topik Nego Dagang AS-China
Jakarta, CNBC Indonesia - PutaranĀ perundingan dagang terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan China berakhir Jumat (5/4/2019) pekan lalu dengan beberapa kemajuan yang positif.

Wakil Perdana Menteri China Liu He bertemu dan berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer selama tiga hari di Washington. Ia juga sempat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.



Dalam pertemuannya dengan Liu, Trump mengatakan perjanjian dagang AS-China dapat diumumkan dalam waktu sebulan lagi.


Perundingan pekan lalu itu membahas berbagai hal, termasuk hak kekayaan intelektual (HAKI), transfer teknologi paksa, halangan perdagangan nontarif, pertanian, jasa, pembelian, dan penegakan hukum, menurut pernyataan Kantor Perwakilan Dagang AS, dilansir dari Reuters, Senin.

Washington juga meminta Beijing membatasi subsidi industri, lebih membuka ekonominya untuk perusahaan-perusahaan AS, dan meningkatkan pembelian barang-barang dari AS, termasuk produk pertanian dan energi untuk mempersempit defisit dagang dengan China.

Pencurian HAKI sampai Subsidi, Ini Topik Nego Dagang AS-ChinaFoto: Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, AS, 4 April 2019. REUTERS / Jonathan Ernst

"Kami membuat kemajuan dalam banyak area. Itu termasuk penegakan hukum, yang mencakup pencurian HAKI, termasuk transfer teknologi paksa, kepemilikan, ruang angkasa, kmoditas, dan semuanya," kata penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow dalam wawancaranya dengan Bloomberg Television, dikutip dari Reuters.

"Hal-hal tersebut tentu saja masih dibahas dalam negosiasi dagang yang sedang berlangsung, namun kami telah melangkah lebih jauh dibandingkan sebelumnya," tambahnya.



Ia mengatakan perundingan dengan China akan berlanjut pekan ini melalui telekonferensi.

Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah saling menjatuhkan bea impor terhadap berbagai produk senilai ratusan miliar dolar. Perang dagang AS-China ini telah berlangsung sejak tahun lalu dan mengguncang pasar keuangan global. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading