Gara-Gara Flu Afrika, China Bakal Impor Banyak Babi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
21 March 2019 18:29
Gara-Gara Flu Afrika, China Bakal Impor Banyak Babi
Jakarta, CNBC Indonesia - Impor daging babiĀ China 2019 diramal meningkat dua kali lipat dari tahun lalu menjadi 2 juta ton. Pasalnya, flu babi yang berasal dari Afrika bakal memukul produksi babi di China.

Demikian hasil riset dari Analis Rabobank, Kamis (21/3/2019).

China telah melaporkan 113 wabah penyakit menular sejak Agustus lalu, bahkan peternak dan orang-orang dalam industri itu mengatakan ada beberapa wabah yang tidak dilaporkan.

Flu babi Afrika, yang meski tidak membahayakan manusia, memiliki tingkat mematikan yang tinggi pada babi dan tidak memiliki vaksin atau obat.


Gara-Gara Flu Afrika, China Bakal Impor Banyak BabiFoto: Seorang penjual menyiapkan babi panggang untuk dijual di sepanjang jalan menjelang Tahun Baru Imlek Cina, di Phnom Penh, Kamboja, 4 Februari 2019. REUTERS / Samrang Pring


"Produksi daging babi China akan turun hingga 20% pada tahun 2019," kata Oscar Tjakra, Direktur Penelitian Pangan dan Agribisnis di Rabobank, pada sebuah konferensi di timur negara itu.

"China biasanya menyumbang sekitar setengah dari produksi daging dunia. Itu berarti produksi lokal tahun ini hanya sekitar 50 juta hingga 51 juta ton," tambah Tjakra kepada Reuters di sela-sela acara.

Jumlah itu turun dari produksi tahun lalu yang sebanyak 54 juta hingga 55 juta ton. Atase departemen pertanian Amerika Serikat di Beijing memperkirakan produksi daging babi mencapai 51,4 juta ton tahun ini, turun 5% dari 2018, dan impor diperkirakan sebanyak 2 juta ton.

Robobank menyebut jumlah babi China menurun 15% pada 2018. Namun, Zhu Zengyong, profesor di Institut Informasi Pertanian Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian China (CAAS), mengatakan produksi daging babi meningkat dalam tiga kuartal pertama tahun 2018, tetapi menurun secara signifikan pada kuartal keempat setelah penyakit mulai menyebar dengan cepat.

Dia mengutip data resmi yang dikeluarkan oleh biro statistik, yang menunjukkan jumlah babi yang disembelih turun 1,2% pada 2018 menjadi 693,8 juta ekor. Produksi daging babi tahun lalu adalah 54 juta ton.

Penyakit ini benar-benar mengganggu rencana produksi banyak perusahaan besar, sambung Zhu, di mana beberapa perusahaan bahkan menghentikan ekspansi karena penyakit itu.

Pembicara lain mengatakan penurunan output akan menekan permintaan pakan. Permintaan pakan babi China pada tahun panen 2018-2019 yang berlangsung dari Oktober hingga September akan turun 12% dan permintaan dedak (soymeal) pada periode yang sama akan turun 5,5%, kata Li Ning, manajer umum pedagang komoditas Living Water Trade (Shanghai) Co Ltd



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading