Insentif PPnBM Mobil Listrik, Grab & Hyundai Diuntungkan?

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
11 March 2019 18:51
Insentif PPnBM Mobil Listrik, Grab & Hyundai Diuntungkan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendatangi Komisi XI DPR untuk 'meminta persetujuan' terkait skema terbaru perhitungan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Aturan PPnBM tak lagi menghitung kapasitas mesin, justru lebih melihat efisiensi. Semakin rendah emisi semakin rendah tarif pajaknya.

"Jadi PPnBM ini dari sisi fasilitas fiskal. Jadi peningkatan, dan insentif untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia," kata Airlangga Hartarto, Senin (11/4/2019).


Insentifnya tak tanggung-tanggung, pemerintah menolkan pajak penjualan atas barang mewah khusus mobil listrik. "PPnBM-nya diturunkan ke nol persen. Mobil listrik bukan berbasis CC makanya diubah aturannya," kata Airlangga.

Nah, salah satu uang ingin mengembangkan mobil listrik di Indonesia adalah produsen mobil Korea Selatan Hyundai mulai terungkap dan Grab, aplikasi berbagi tumpangan (ride hailing) terbesar di Indonesia.

Keseriusan Grab dan Hyundai terlihat ketika bertandang ke Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, pada pertengahan Februari 2019.

Luhut menegaskan, Indonesia membuka peluang investasi tersebut dan akan menggelar karpet merah. "Anthony Tan gak peduli Pilpres, dia percaya pemerintahan Indonesia. Mau investasi di Indonesia kenapa gak boleh, kita kasih red carpet," tutur Luhut saat acara afternoon tea, Rabu (20/2/2019) di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta.

Grab sebelumnya telah mendapatkan kucuran dana sebesar US$250 juta atau setara Rp 3,7 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.800) dari Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation. Kerja sama ini juga akan dimulai program terkait kendaraan listrik (Electric Vehicle) di Asia Tenggara.

Hyundai kemudian menyatakan akan memproduksi kendaraan listrik di Indonesia, yang merupakan bagian dari investasi Rp 12 triliun. Hal ini diungkap oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian Harjanto, Kamis (20/12/2018) dikutip dari Reuters.

Hyundai yang berafiliasi dengan Kia Motors adalah pembuat mobil terbesar No.5 di dunia. Mereka berencana untuk membangun pabrik di Indonesia dengan kapasitas sekitar 250.000 unit, termasuk untuk mobil listrik, kata Harjanto dilansir dari Reuters.

Pada kesempatan berbeda Grab juga akan meluncurkan 200 mobil listrik di Singapura. Peluncuran mobil listrik ini akan dilakukan secara bertahap dan dimulai pada Jumat (11/1/2019).

Grab akan menggunakan 200 mobil listrik Hyundai Kona 64 kWH, dan pada kloter pertama akan meluncurkan 20 kendaraan. Sisanya diperkenalkan beberapa minggu ke depan.

Pendiri dan CEO Grab Anthony Tan mengatakan kendaraan listrik ini merupakan sebuah inovasi baru, dan tidak bisa seenaknya mengadaptasi dengan yang sudah ada. Harus ada pertimbangan kesesuaian dengan konsumen di Indonesia.

Anthony optimistis investasi pada kendaraan listrik dapat menjanjikan peluang besar. Ke depannya, permintaan terhadap bahan bakar dan energi bersih diperkirakan meningkat.

"Kami bersama pemerintah masih mengeksplorasi cara memperkenalkan kendaraan listrik ke konsumen, baik dari kendaraan ataupun pengisian bahan bakarnya," kata Anthony.

Saksikan video Grab Lirik Investasi Mobil Listrik di Indonesia

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading