Harga Karet Turun, Jokowi Minta Daerah Jadikan Campuran Aspal

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 March 2019 19:11
Hal itu sebagai langkah yang diinisiasi pemerintah untuk mendongkrak harga karet yang saat ini sedang menurun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo meminta agar karet dipakai sebagai campuran untuk aspal jalan di seluruh daerah di Indonesia. Hal itu sebagai langkah yang diinisiasi pemerintah untuk mendongkrak harga karet yang saat ini sedang menurun.

Hal tersebut diutarakan Presiden Joko Widodo saat acara pertemuan dengan para petani karet di Balai Pusat Penelitian Karet Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Negara mengatakan, kebijakan pencampuran karet untuk aspal itu telah berlaku di tiga provinsi yaitu Riau, Sumatera Selatan dan Jambi. Setelah ketiga provinsi tersebut, diharapkan, kebijakan pencampuran karet untuk aspal akan berlaku di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Ditegaskan Jokowi, dengan mencampur karet untuk aspal, hal itu akan mengerek permintaan karet di dalam negeri, sehingga otomatis akan meningkatkan harga karet domestik, sehngga Indonesia tidak lagi tergantung kepada pasar eskpor seperti Jepang dan China.


"Sebagian harus kita gunakan sendiri sehingga suplainya ke dunia berkurang, harga akan terdongkrak naik. Salah satunya kita akan pakai karet untuk aspal, dengan demikian, Indonesia tidak akan terlalu tergantung kepada pasar luar negeri dalam menjaga harga karet," kata Presiden Jokowi di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

Diakui Presiden, memang pencampuran karet untuk aspal, biayanya lebih tinggi, namun sepadan dengan kualitasnya. Hal itu, kata Jokowi bukan suatu masalah.
Harga Karet Turun, Jokowi Minta Daerah Jadi Campuran AspalFoto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Untuk mendongkrak harga karet, pemerintah telah berkomunikasi dengan negara-negara produsen karet lain di dunia seperti Malaysia dan Thailand untuk mengendalikan agar suplai ke pasar bisa diturunkan. Meski tidak mudah, Presiden menilai, dari hasil komunikasi tersebut membuahkan hasil, harga karet mulai merangkak naik dua pekan terakhir ini.

"Dulu Rp5.000-Rp6.000, sekarang Rp8.300 sampai Rp9.000. Ini harus disyukuri karena ekonomi dunia masih pada posisi yang belum baik. Tetapi akan menuju normal kembali," lanjutnya.

Upaya selanjutnya, imbuh Jokowi, memaksimalkan sektor industri. Terkait hal ini, Presiden telah memerintahkan Menteri Perindustrian agar Indonesia tidak terlalu banyak mengekspor produk mentah melainkan produk jadi.

Harga Karet Turun, Jokowi Minta Daerah Jadi Campuran AspalFoto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading