Internasional

Tiba-tiba Nasib Perundingan Dagang AS-China Simpang-siur

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
23 January 2019 07:21
Gedung Putih dikabarkan membatalkan rencana pertemuan perdagangan dengan China pekan ini akibat kebuntuan terkait penegakan aturan hak kekayaan intelektual.
Jakarta, CNBC Indonesia - Gedung Putih dikabarkan membatalkan rencana pertemuan perdagangan dengan China pekan ini akibat kebuntuan terkait penegakan aturan hak kekayaan intelektual.

Para pejabat dari kantor perwakilan dagang Amerika Serikat (AS) dijadwalkan bertemu dua wakil menteri China pekan ini untuk menyelesaikan perseteruan dagang kedua negara sebelum tenggat waktu 1 Maret namun rencana itu dibatalkan, kata seorang sumber yang mengetahui hal itu kepada CNBC International.



Saat dimintai konfirmasi, Gedung Putih mengatakan kepada CNBC bahwa kedua tim tetap saling berkomunikasi untuk mempersiapkan perundingan tingkat tinggi dengan Wakil Perdana Menteri Liu He akhir bulan ini.


Departemen Keuangan dan kantor perwakilan dagang AS tidak merespons permintaan berkomentar.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, membantah kabar bahwa pertemuan itu telah dibatalkan. Ia mengatakan kepada CNBC hari Selasa (22/1/2019) bahwa tidak ada pertemuan lain yang dijadwalkan selain kunjungan Liu He pekan depan.

Tiba-tiba Nasib Perundingan Dagang AS-China Simpang-siurPenasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque/File Photo)

China telah membuat janji akan meningkatkan impornya dari AS selama enam tahun ke depan sebagai upaya meredakan perseteruan dagang di antara keduanya.

Penawaran itu disampaikan dalam perundingan di Beijing awal Januari ini, Bloomberg News melaporkan. China akan menaikkan impor tahunannya dari AS senilai lebih dari US$1 triliun kata beberapa pejabat kepada Bloomberg.


Setelah terlibat dalam perang dagang yang sengit sejak awal tahun lalu, AS dan China kini tengah berusaha mencapai kesepakatan dagang sebelum 1 Maret mendatang. Bila keduanya gagal mencapai kata sepakat, AS akan menaikkan bea impor terhadap berbagai produk China dari 10% menjadi 25% sehari setelah tenggat waktu berlalu.

Kedua negara telah saling menjatuhkan bea impor terhadap berbagai produk senilai ratusan miliar dolar.

Artikel Selanjutnya

AS: Tak Ada Kesepakatan Dagang dengan China dalam Waktu Dekat


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading