Internasional

26 Crazy Rich Punya Harta Setara 50% Orang Termiskin Dunia

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
21 January 2019 11:50
26 Crazy Rich Punya Harta Setara 50% Orang Termiskin Dunia
Davos, CNBC Indonesia - Sebanyak 26 orang terkaya di dunia memiliki kekayaan yang sama jumlahnya dengan separuh umat manusia yang paling miskin, kata Oxfam, Senin (21/1/2019).

Organisasi nirlaba yang berfokus pada pengentasan kemiskinan itu mendesak pemerintah untuk menaikkan pajak bagi orang kaya demi memerangi meningkatnya ketimpangan.

Sebuah laporan baru dari badan amal itu, yang diterbitkan sebelum Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum / WEF) di Davos, juga menemukan bahwa miliuner di seluruh dunia mencatatkan nilai kekayaan gabungan mereka tumbuh US$ 2,5 miliar (sekitar Rp 35,6 triliun) setiap hari di 2018.


Orang terkaya di dunia, CEO Amazon Jeff Bezos, kekayaannya tercatat naik menjadi US$112 miliar tahun lalu, kata Oxfam. Hal itu berarti 1% dari kekayaan Bezos setara dengan seluruh anggaran kesehatan Ethiopia, sebuah negara dengan 105 juta orang penduduk.


Sementara itu, 3,8 miliar orang yang berada di bawah garis kemiskinan mengalami penurunan kekayaan sebesar 11% tahun lalu, kata Oxfam. Organisasi ini menekankan bahwa kesenjangan yang meningkat antara kaya dan miskin merusak upaya melawan kemiskinan, ekonomi, dan memicu kemarahan publik.

"Orang-orang di seluruh dunia marah dan frustasi," kata direktur eksekutif Oxfam, Winnie Byanyima, dalam sebuah pernyataan.

Jumlahnya jelas: Antara 1980 hingga 2016, setengah dari manusia termiskin mengantongi hanya 12 sen dari setiap dolar pertumbuhan pendapatan global, dibandingkan dengan 27 sen yang diperoleh oleh kaum terkaya yang berjumlah 1% dari populasi dunia, menurut laporan itu, mengutip AFP.

26 Crazy Rich Punya Harta Setara 50% Orang Termiskin DuniaFoto: infografis/20 crazy rich di Dunia/Aristya Rahadian Krisabella


Pajak Orang Kaya Terlalu Rendah

Oxfam memperingatkan bahwa pemerintah memperburuk ketidaksetaraan dengan semakin mengurangi pendanaan bagi layanan publik, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan, sementara semakin memotong pajak bagi orang kaya.

Seruan untuk meningkatkan pajak terhadap orang kaya semakin banyak terjadi di tengah meningkatnya kemarahan rakyat di sejumlah negara karena ketidaksetaraan yang semakin lebar.

Di Amerika Serikat (AS), anggota Kongres baru Alexandria Ocasio-Cortez menjadi topik hangat awal bulan ini akibat mengusulkan pajak hingga 70% bagi para crazy rich atau orang ultra-kaya.

Usulannya itu muncul setelah reformasi pajak yang dilakukan Presiden Donald Trump memangkas batas tertinggi pajak tahun lalu dari 39,6% menjadi 37%.


Sementara itu di Eropa, gerakan "rompi kuning" yang telah mengguncang Prancis dengan protes anti-pemerintah sejak November, menuntut Presiden Emmanuel Macron mencabut pemotongan pajak kekayaan yang kontroversial terhadap mereka yang berpenghasilan tinggi.

"Orang-orang superkaya dan korporasi membayar tarif pajak yang lebih rendah daripada yang dikenakan kepada mereka dalam beberapa dekade," kata laporan Oxfam.

"Layanan bagi pihak swasta sedikit demi sedikit menghukum orang miskin dan mengistimewakan kaum elit," katanya dan menekankan bahwa setiap hari sekitar 10.000 orang meninggal karena kurangnya akses ke perawatan kesehatan yang terjangkau.

Laporan itu dirilis ketika orang-orang kaya, terkenal, dan berpengaruh di dunia mulai berdatangan untuk menghadiri pertemuan tahunan mewah di kota resor ski mewah Swiss, Davos. Laporan itu bertujuan untuk mendesak pemerintah agar berhenti mengurangi pajak bagi orang-orang kaya dan perusahaan besar.

Oxfam menemukan bahwa meminta orang terkaya untuk membayar pajak tambahan hanya 0,5% atas kekayaan mereka "dapat mengumpulkan lebih banyak uang daripada biaya untuk mendidik sebanyak 262 juta anak di sekolah dan menyediakan perawatan kesehatan yang akan menyelamatkan hidup 3,3 juta orang".


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading