Internasional

Terancam Kena Pajak 70%, Crazy Rich Dunia Ketakutan

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
23 January 2019 13:59
Terancam Kena Pajak 70%, Crazy Rich Dunia Ketakutan
Davos, CNBC Indonesia - Para miliuner dan pemodal elit yang menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dibuat risau oleh usulan kenaikan tarif pajak menjadi 70% bagi mereka yang memiliki penghasilan di atas US$10 juta (Rp 141,6 miliar).

Proposal kenaikan pajak menjadi 70% dari 37% saat ini tersebut diusulkan oleh anggota baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Alexander Ocasio-Cortez.



"Ini menakutkan," kata Scott Minerd, kepala investasi global Guggenheim Partners yang mengelola dana US$ 265 miliar, dalam sebuah wawancara.


"Menjelang pemilihan presiden, (masalah pajak) ini akan mendapat lebih banyak momentum," kata Minerd, yang menambahkan bahwa dia mungkin akan secara pribadi terkena dampaknya. "Dan saya pikir dikeluarkannya kebijakan untuk menaikkan tarif pajak menjadi 70%, atau hal semacam itu, mungkin saja terjadi."

Melansir CNBC International, miliuner dan jutawan yang menghadiri pertemuan Davos masih ragu akan usulan menaikkan pajak yang dibahas Ocasio-Cortez dalam wawancara baru-baru ini di acara CBS "60 Minutes". Hasil sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa 59% pemilih mendukung gagasan Ocasio-Cortez, dan bahkan sebanyak 45% anggota Partai Republik menyukai usulan itu.

Ocasio-Cortez disebut telah banyak mengkritik Washington dan Wall Street dengan retorika ekonomi sayap kirinya, meskipun baru dilantik pada awal bulan ini. Ocasio-Cortez, yang mewakili beberapa wilayah di Queens dan Bronx, merupakan seorang Sosialis-Demokrat.

Terancam Pajak 70%, Crazy Rich Dunia KetakutanFoto: infografis/20 crazy rich di Dunia/Aristya Rahadian Krisabella

Di Davos, Stephen Schwarzman, miliuner dan CEO raksasa ekuitas swasta Blackstone dan pendonor kakap untuk Partai Republik, mengatakan dengan sarkastik bahwa ia "sangat antusias" tentang kenaikan pajak yang diusulkan oleh anggota parlemen itu. Dia menambahkan bahwa "AS adalah rezim pajak paling progresif kedua di dunia," yang berarti bahwa tarif pajak akan naik setiap kali pendapatan naik.

Pernyataan Ocasio-Cortez di Davos dikeluarkan sehari setelah sebelumnya ia mengkritik kinerja ekonomi AS dengan kata-kata yang lebih pedas.

"Saya pikir sistem yang memungkinkan miliuner ada, ketika di wilayah lain di Alabama masih ada orang yang terkena kurap karena tidak memiliki akses ke sistem kesehatan masyarakat, adalah hal yang salah," katanya di sebuah acara di New York pada Hari Martin Luther King.


Glenn Hutchins, pendiri firma ekuitas swasta Silver Lake Partners dan pendonor dana untuk partai Demokrat, menyebut gagasan Ocasio-Cortez sebagai senjata politik yang kemungkinan besar tidak akan disetujui Kongres.

"Yang penting dalam pandangan saya adalah tidak mencoba untuk mencetak poin politik dengan menaikkan tingkat pajak 70%, yang sangat tinggi. Yang penting adalah mencoba untuk mencari sistem pajak yang adil dan efisien," kata Hutchins.

"Anda harus bisa membuat sesuatu seperti itu lolos di DPR, kemudian Anda harus membuatnya disetujui Senat, dan kemudian Anda harus meminta presiden Amerika Serikat untuk menandatanganinya."

Hutchins menyumbang lebih dari US$100.000 kepada Komite Kampanye Senator Partai Demokrat, organisasi politik resmi yang membantu Demokrat terpilih di majelis tinggi. Selama pemilihan presiden 2016, ia menyumbang US$50.000 kepada Hillary Clinton Action Fund, yang mendukung pencalonan Clinton sebagai presiden dan Komite Nasional Demokrat.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading