Pertamina Cari Mitra di Blok Rokan, Ini Syarat dari ESDM

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
18 January 2019 15:19
Pertamina Cari Mitra di Blok Rokan, Ini Syarat dari ESDM
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah telah memberikan blok Rokan kepada Pertamina untuk dikelola ketika masa kontrak blok tersebut dengan Chevron Pacific Indonesia sudah habis. Pemerintah mewajibkan Pertamina untuk mencari mitra untuk mengelola blok subur itu.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menuturkan, tidak ada batasan kapan mitra tersebut bisa masuk dan ikut mengelola blok Rokan. Ia hanya menuturkan, yang terpenting adalah mitranya harus yang sudah berpengalaman dan memiliki kemampuan di bidang hulu.




"Tidak ada batasan kapan mitranya bisa masuk, bisa sebelum tanda tangan PSC, bisa juga setelahnya," ujar Arcandra kepada media saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Lebih lanjut, Arcandra menuturkan, terkait hal tersebut sudah tertuang di dalam Terms and Condition (T&C) kontrak bagi hasil (PSC) yang rencananya akan ditandatangani di bulan ini, termasuk juga ketentuan untuk batasan share down apabila Pertamina sudah menemukan mitranya.

Namun, Arcandra masih enggan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut terkait T&C tersebut.

"Semua sudah ada di T&C, lihat di T&C saja," pungkasnya.

Adapun, sebelumnya, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan, PT Pertamina (Persero) membuka opsi untuk bermitra dalam mengelola Blok Rokan.

"Mengenai blok Rokan, dalam ketetapan menteri kami memang diarahkan untuk mencari mitra, dan kami melihat itu sebagai sebagai sesuatu yang harus kami jalankan," ujar Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu kepada media saat dijumpai dalam paparan kinerja Direktorat Hulu Pertamina, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Blok Rokan yang berada di Riau merupakan blok minyak terbesar di RI, selama puluhan tahun dipegang oleh Chevron Pasific Indonesia pada 2021 mendatang akan beralih ke PT Pertamina (Persero).

Untuk memenangkan blok ini, Pertamina merogoh kocek cukup dalam yakni dengan penawaran bonus tanda tangan hingga nilai US$ 784 juta atau setara Rp 11 triliun. Ini merupakan nilai tanda tangan terbesar dalam sejarah RI.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun buka suara terkait kekhawatiran ini. "Itu juga jadi perhitungan ESDM, makanya di Kepmen saya, Rokan itu kita wajibkan sebelum ambil alih kelola di 8 Agustus 2021, Pertamina wajib untuk bermitra," kata Jonan dalam wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Selasa (23/10/2018).

Mitra untuk mengelola bisa dari dalam atau luar negeri, tapi yang pasti harus dipilih yang terbaik agar bisa pertahankan produksi atau bahkan ditingkatkan. "Dan harapan pemerintah supaya hulu migas yang dikelola Pertamina itu bisa efisien."

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading