Internasional

Demi Damai Dagang, AS Akan Batalkan Bea Impor China?

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
18 January 2019 07:12
Demi Damai Dagang, AS Akan Batalkan Bea Impor China?
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pejabat Amerika Serikat (AS) dikabarkan memperdebatkan penarikan bea impor terhadap berbagai barang asal China agar Beijing bersedia membuat kesepakatan lebih lanjut dalam perundingan perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengusulkan pembatalan seluruh atau sebagian bea masuk yang dikenakan, menurut laporan Wall Street Journal, Kamis (17/1/2019), dengan mengutip beberapa sumber. Tujuannya adalah mempercepat perundingan perdagangan dan mendapatkan komitmen China untuk melakukan reformasi jangka panjang.



Namun, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menolak usulan tersebut karena khawatir langkah itu akan dipandang sebagai sinyal-sinyal lemahnya AS, kata sumber tersebut, dilansir dari CNBC International.


Seorang pejabat senior mengatakan kepada CNBC bahwa tidak ada pembicaraan mengenai penarikan bea masuk saat ini.

Pejabat yang ikut dalam sebuah pertemuan perdagangan di Gedung Putih hari Rabu itu mengatakan Presiden Donald Trump tidak tertarik untuk membuat keputusan sekarang.

Wakil Perdana Menteri China Liu He dijadwalkan akan berkunjung ke Washington akhir Januari untuk melakukan perundingan dagang lanjutan dan hal itu menjadi fokus Gedung Putih saat ini, ujarnya.

Demi Damai Dagang, AS Akan Batalkan Bea Impor China?Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin (Foto: REUTERS/Joshua Roberts)

Kabar tersebut membuat saham-saham Wall Street sontak menguat di perdagangan siang hari. Dow Jones Industrial Average melompat hingga 245 poin atau sekitar 1% sebelum akhirnya turun lagi.

AS dan China sedang melakukan perundingan dagang dalam masa gencatan senjata selama 90 hari yang berakhir 1 Maret mendatang. Kedua negara telah saling mengenakan bea impor terhadap berbagai produk senilai ratusan miliar dolar sejak awal tahun lalu.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS yang ikut dalam tim perdagangan mengatakan kepada CNBC bahwa perundingan tersebut saat ini masih jauh dari rampung.



"Baik Menteri Mnuchin maupun Duta Besar Lighthizer tidak membuat rekomendasi apa pun kepada siapa pun terkait bea impor atau bagian lain dalam perundingan dengan China."

"Ini adalah proses yang sedang berjalan dengan China yang masih jauh dari penyelesaian," ujarnya.

Wall Street Journal mencatat bahwa Trump berpihak kepada Lighthizer dalam beberapa perundingan dengan China yang lalu. Namun, ia telah menegaskan ingin kesepakatan dagang segera tercapai dan keinginan tersebut adalah tekanan bagi Lighthizer untuk mewujudkannya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading