Internasional

Warga Kanada Hilang Lagi di China, Terkait Huawei?

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
14 December 2018 - 12:53
Warga Kanada Hilang Lagi di China, Terkait Huawei?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pebisnis Kanada, Michael Spavor, yang bekerja dengan Korea Utara, hilang di China, kata seorang pejabat Kanada. Ini terjadi beberapa hari setelah pihak berwenang Negeri Tirai Bambu menahan seorang mantan diplomat Kanada di tengah pertikaian diplomatik kedua negara yang meningkat.

Hilangnya Spavor terjadi setelah penahanan mantan diplomat Michael Kovrig, yang bekerja untuk International Crisis Group, di Beijing, Senin (10/12/2018). Media pemerintah di China melaporkan, bahwa Kovrig sedang diselidiki "karena dicurigai terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keamanan negara China."



Sementara itu, Spavor sedang diselidiki di Negeri Panda karena dicurigai membahayakan keamanan nasional China, menurut sebuah situs berita pemerintah setempat, Kamis. Biro keamanan negara kota Dandong telah menyelidiki Spavor sejak 10 Desember, kata situs berita resmi pemerintah provinsi Liaoning tanpa memberikan rincian lebih lanjut, dilansir dari CNBC International.


China telah bereaksi sangat keras terhadap penangkapanĀ Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou yang dilakukan Kanada 1 Desember lalu. Menghilangnya Spavor kemungkinan akan semakin meningkatkan pertikaian diplomatik kedua negara.

Penangkapan Meng dilakukan atas permintaan Amerika Serikat (AS) karena dituduh menyesatkan beberapa bank mengenai transaksi terkait Iran. Langkahnya berisiko membuat bank-bank tersebut melanggar sanksi AS.

Pihak Kanada tidak dapat menghubungi Spavor sejak dia memberi tahu pemerintahnya bahwa dirinya sedang ditanyai oleh pihak berwenang China, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guillaume Berube dalam pernyataan yang dikeluarkan di Kanada, Rabu malam.

Warga Kanada Hilang Lagi di China, Terkait Huawei?Foto: Pebisnis Kanada, Michael Spavor (REUTERS/ Kim Kyung-Hoon)

Kanada bekerja keras untuk memastikan keberadaan Spavor dan akan terus meminta kejelasan masalah ini kepada pemerintah China, kata Berube.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa warga negara Kanada kedua ini bisa jadi sedang mendapat masalah di China.

Panggilan telepon, pesan, dan email ke Spavor tidak dijawab pada hari Kamis.

Teman dari Spavor mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan terbang keluar dari Dalian dengan penerbangan Korean Air ke Korea Selatan pada jam 2:05 siang hari Senin waktu setempat tetapi belum tiba.

Spavor, yang tinggal di kota Dandong, China utara, di perbatasan dengan Korea Utara, adalah kepala Paektu Cultural Exchange, sebuah perusahaan sosial nirlaba yang berbasis di China dan Inggris.

Kelompok itu mengatakan di situs webnya, perusahaan itu "didedikasikan untuk memfasilitasi kerja sama yang berkelanjutan, pertukaran lintas budaya, kegiatan, perdagangan, dan investasi" dengan Korea Utara.



Ia juga mengatakan organisasi itu mempertahankan "berbagai kontak" di Korea Utara dan bersifat "nonpolitis."

Spavor telah bertindak sebagai penerjemah dan fasilitator untuk mantan bintang Asosiasi Basket Nasional AS, Dennis Rodman dalam perjalanan ke Korea Utara dan berbagi minuman dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di atas salah satu perahu pribadinya setelah mereka pergi ber jet-ski pada 2013.

Baru-baru ini, dia telah mencoba untuk memfasilitasi investasi di Korea Utara sebagai antisipasi sanksi yang akan dicabut. Ia juga sering menjadi tuan rumah pejabat Korea Utara dan calon investor di kantornya di Dadong serta melakukan perjalanan di wilayah Korea Utara, kata Spavor kepada Reuters dalam wawancara sebelumnya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading