Internasional

Soal Huawei & Kanada, China Sebut AS Trouble Maker

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 June 2020 11:26
FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump and China's President Xi Jinping shake hands after making joint statements at the Great Hall of the People in Beijing, China, November 9, 2017.   REUTERS/Damir Sagolj/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - China menyebut Amerika Serikat mencoba menciptakan perselisihan antara Negeri Tirai Bambu dengan Kanada. Ini dilakukan negeri Paman Sam melalui kasus seorang eksekutif telekomunikasi senior China yang ditangkap di Vancouver dengan surat perintah AS, 18 bulan lalu.

"AS telah mengambil keuntungan dari Kanada, dan AS adalah pembuat masalah hubungan (trouble maker) Cina-Kanada," kata Duta Besar China di Ottawa, Cong Peiwu sebagai mana dikutip Reuters, Kamis (11/6/2020).



Pernyataan ini terkait penangkapan dua petinggi Huawei Technologies, yakni Meng Wanzhou, Chief Financial Officer Huawei Technologies dan putri pendiri miliarder Huawei Ren Zhengfei. Keduanya ditangkap dengan surat perintah penipuan bank yang dikeluarkan oleh otoritas AS.

Meskipun Meng mengatakan tidak bersalah, ia harus tetap mengikuti sidang peradilan independen di Kanada. Peiwu mengatakan kasus Meng adalah "insiden politik dan bukan kasus peradilan yang sederhana".

"Kami percaya bahwa sebenarnya ini adalah insiden politik serius yang direncanakan oleh Amerika Serikat untuk menjatuhkan perusahaan-perusahaan teknologi tinggi China," papar Peiwu.

Sayangnya, Peiwu tidak mengatakan apakah China akan membalas keputusan pengadilan Kanada bulan lalu, yang akan memperpanjang pertempuran hukum Meng untuk menghindari ekstradisi.




Sebelumnya, tak lama setelah penangkapan Meng, Pemerintah China menahan dua warga Kanada atas tuduhan keamanan nasional dan menghentikan impor benih kanola.

Ketika ditanya tentang kasus Meng, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menekankan peradilan di negara itu independen. Namun ia meminta pembebasan dua orang Kanada yang ditahan yakni pengusaha Michael Spavor dan mantan diplomat Michael Kovrig.

Menurut Peiwu, kedua tahanan Kanada itu "dalam keadaan sehat," tetapi kunjungan konsuler masih ditangguhkan. Karena aturan pembatasan akibat COVID-19 dan "akan dilanjutkan ketika situasinya menjadi lebih baik."


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading