Lion Air Milik Rusdi Kirana Raup Pendapatan Rp 4 T/Bulan

News - Ratu Rina, CNBC Indonesia
07 December 2018 19:42
Lion Air Milik Rusdi Kirana Raup Pendapatan Rp 4 T/Bulan
Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai milik Rusdi Kirana, Lion Air Group, meraup pendapatan Rp 3-4 triliun per bulan.

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait, mengatakan pendapatan itu merupakan konsolidasi dari seluruh maskapai di bawah perseroan, yakni Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, Thai Lion, serta bisnis lainnya seperti kargo dan sebagainya.

"Rata-rata penerimaan kami satu bulan kurang lebih Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun per bulan, grup ya. Di Grup Lion," katanya di Lion Air Tower, Jakarta, Jumat (7/12/2018).


Dia mengatakan setiap harinya Lion Air Group mengoperasikan 1.200 penerbangan khusus di Indonesia dengan jumlah penumpang sekitar 200 ribu orang.

Edward mengatakan pasca-kecelakaan Lion Air JT-610 pada 29 Oktober 2018, jumlah penumpang menurun sekitar 5% pada November, meski belum diketahui pasti apakah memang karena kecelakaan itu.

Menyusul hal itu, lanjut dia, jumlah pendapatan khusus bulan lalu pun mengalami penurunan dengan membukukan sekitar Rp 3 triliun.

"Sebenarnya kemarin, November, itu low season. Ya kalau penurunan tidak, tapi dari data kami tidak terlalu signifikan ada di bawah 5% dari traffic tahun-tahun sebelumnya atau bulan yang sama dari tahun lalu. Tapi, apakah itu dampak dari situ [kecelakaan] kami tidak terlalu memahami yang jelas datanya seperti itu."

Adapun saat ini Lion Air juga akan mengkaji pembelian pesawat dari Boeing menyusul dampak dari kecelakana yang terjadi.

Edward mengatakan keputusan berlanjut atau tidaknya Lion Air membeli ratusan pesawat Boeing akan ditentukan bersama dengan Rusdi Kirana pada akhir tahun ini.

Seperti diketahui, Bloomberg memberitakan bahwa Rusdi Kirana merasa dikhianati oleh Boeing dan berencana membatalkan pembelian ratusan pesawat senilai US$ 22 miliar atau Rp 134 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

Saya merasa dikhianati," ujar Rusdi Kirana melalui telepon, dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/12/2018).

"Saya menyiapkan dokumen untuk mengajukan pembatalan. Semuanya masih dalam pertimbangan sekarang," kata dia.

Sumber Reuters mengungkapkan  Rusdi Kirana marah karena pernyataan Boeing yang merespons hasil laporan awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan 737 Max 8 yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT-610. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading