Mau Pasang Panel Surya? Begini Cara Jual-Beli Listrik ke PLN

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
29 November 2018 10:49
Mau Pasang Panel Surya? Begini Cara Jual-Beli Listrik ke PLN
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah akhirnya telah mengeluarkan aturan terkait penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, yang bertujuan untuk menghemat tagihan listrik pelanggan PLTS Atap.

Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 49/2018 terkait Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen PT PLN (Persero), dan berlaku sejak tanggal diundangkan, yakni 16 November 2018.


Lalu, bagaimana mekanisme jual-beli listriknya?


Dalam Permen tersebut dikatakan, perhitungan ekspor dan impor energi listrik dari Sistem PLTS Atap, ketentuannya jika energi listrik yang diproduksi PLTS Atap mayoritas digunakan sendiri, kelebihan tenaga listrik (Excess Power) diekspor ke PLN dengan faktor
pengali 65%.

Artinya lisrtik hasil PLTS yang dijual ke PLN dihargai sebesar 65% dari tarif listrik yang berlaku. Selain itu, pelanggan juga bisa menggunakan deposit energi untuk mengurangi tagihan listrik bulan berikutnya. Ketentuan ini berlaku jika terdapat kelebihan ekspor listrik ke PLN.

Nah, bagi Pengguna Sistem PLTS Atap yang bukan Konsumen PT PLN (Persero) harus menyampaikan laporan pembangunan dan pemasangan Sistem PLTS Atap kepada Direktur Jenderal EBTKE. 



Dengan melalui ketentuan peralihan yaitu, sistem PLTS Atap yang telah dibangun dan dipasang sebelum adanya Permen ini dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permen 49/2018 ini.

Nanti, perhitungan ekspor-impor energi listrik dari Pelanggan PLTS Atap yang telah dibangun dan dipasang sebelum Peraturan Menteri ini berlaku, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2018.

Tetapi, untuk pelanggan PT PLN (Persero) yang berminat membangun dan memasang Sistem PLTS Atap harus mengajukan permohonan pembangunan dan pemasangan Sistem PLTS Atap kepada General Manager Unit Induk Wilayah/Distribusi PT PLN (Persero) yang dilengkapi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis.

Untuk pelanggan prabayar, harus mengajukan perubahan mekanisme pembayaran tenaga listrik menjadi pasca bayar. 

Adapun, instalasi Sistem PLTS Atap wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi. Untuk pelaporannya, PT PLN (Persero) wajib menyampaikan laporan penggunaan Sistem
PLTS Atap setiap enam bulan kepada Menteri untuk setiap golongan tarif pada masing-masing wilayah/distribusi.

Dalam hal PLTS Atap dipasang dan dibangun oleh konsumen dari golongan tarif untuk keperluan Industri secara tersambung (on grid) dengan jaringan PT PLN (Persero), maka Konsumen PT PLN (Persero) dikenai biaya kapasitas (capacity charge) dan biaya pembelian energi listrik darurat (emergency energy charge) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading