Apa Kabar Revisi Formula Harga BBM Premium?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
22 November 2018 20:18
Apa Kabar Revisi Formula Harga BBM Premium?
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah ternyata masi melakukan kajian untuk merevisi formula pembentuk harga BBM khusus penugasan atau jenis Premium.

"Sedang dibahas, lagi direvisi formulanya, disesuaikan dengan struktur biaya sekarang," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar kepada media saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (22/11/2018).




Lebih lanjut, Arcandra mengatakan, pembahasan revisi ini dilakukan karena dibutuhkan penyesuaian biaya agar lebih adil. Pasalnya, formula yang saat ini dipakai menggunakan hitungan struktur biaya yang berdasarkan kondisi lampau.

Adapun, kata Arcandra, pembahasan revisi formula ini usulannya datang dari pemerintah, namun dengan meminta masukan-masukan dari PT Pertamina (Persero).

"Setelah formulanya selesai, nanti dari Kementerian ESDM akan mengirim surat ke Kementerian Keuangan," pungkas Arcandra.

Sebagai informasi,  dalam Peraturan Presiden Nomor 43/2018, ketentuan terkait penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM diatur dalam Pasal 14 yang mengatakan, harga Indeks Pasar, harga dasar dan harga jual eceran BBM untuk Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan ditetapkan oleh Menteri.

Adapun, penetapan harga dasar mengacu pada formula yang ditetapkan oleh Menteri.
Formula sebagaimana dimaksud yakni ditetapkan setelah mendapatkan pertimbangan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara.

Sebelumnya, pemerintah pun berencana untuk memanggil Pertamina, Shell, dan Total untuk membahas penurunan harga jual BBM non-subsidi karena harga minyak dunia yang merosot tajam. 

"Ya nanti semua perusahaan yang jual BBM non subsidi itu, Shell, Total, Pertamina, mau kami panggil untuk menurunkan harganya. Kalau harga minyak turun, harga jual juga harus turun dong," ujar Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Kendati demikian, Djoko mengatakan, penurunan harga BBM non subsidi memang harus dihitung terlebih dahulu. Sebab, ada BBM yang diimpor memakai harga lama, sedangkan harga minyak baru turun sekarang.

"Nah, yang beli sekarang mungkin untuk dijual bulan depan atau kapan. Kami belum tahu. Tetapi, ya tidak bisa harga dunia turun, sekarang juga harga BBM harus turun. Ya, memang makin cepat makin bagus," tandas Djoko.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading