Menko Darmin Jawab Tudingan Prabowo Soal DNI Untungkan Asing

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
21 November 2018 16:35
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan kritikan terkait relaksasi daftar negatif investasi (DNI).
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan kritikan terkait relaksasi daftar negatif investasi (DNI). Salah satu basis kritik Prabowo adalah perihal kemungkinan penguasaan asing 100 persen pada 25 sektor usaha.

Ditemui di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan jawaban atas tudingan Prabowo. "Itu satu yang dibilang 25 itu, itu macam macam," katanya.

Menurut Darmin, untuk usaha kecil dan menengah (UKM) seperti umbi-umbian dan warung internet, asing tidak bisa masuk berinvestasi.




"Karena dia dikeluarkan dari DNI tidak berarti asing boleh masuk. Karena asing itu boleh masuk dengan investasi di luar tanah dan bangunan, modal, itu paling sedikit Rp 10 miliar. Ini semiliar saja cukup, gak bisa dia masuk," ujarnya.

Kemudian, lanjut Darmin, ada satu sektor lagi yang tadinya harus bermitra, dikeluarkan dari DNI. Tidak mungkin asing masuk berinvestasi.

"Ngerti gak? Karena ini digabung-gabung saja. List-nya itu digabung. Jadi ya harus dilihat per kelompok dulu alasannya apa. Dia benar keluar dari DNI. Tapi tidak benar asing boleh masuk," katanya.

Apakah ini berarti ada kesalahpahaman? Darmin kembali memberikan penjelasan. Menurut dia, ada dua bidang yang semula masuk ke dalam UMKM. Salah satunya percetakan tekstil.

"Itu kan printing itu usaha besar. Itu malah Menperin kebijakannya, karena kita impornya terlalu banyak di situ. Nah, yang dalam negeri juga enggak bisa, ya sudah kalau yang itu karena modalnya perlu besar, Menperin mengusulkan dibuka saja," ujar Darmin.

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading